Sentimen Domestik Cukup Kuat, Rupiah Berakhir Naik 29 Poin

rupiah menguat

ternyata mampu mempertahankan posisinya di zona hijau disokong sentimen , meski indeks berusaha bangkit dari level terendah pada perdagangan awal pekan (11/9) ini. Menurut laporan Index pukul 15.57 WIB, NKRI memungkasi transaksi hari ini dengan penguatan sebesar 29 poin atau 0,22% ke level Rp13.156 per dolar AS.

Sebelumnya, pada perdagangan akhir pekan (8/9) lalu, rupiah ditutup melonjak 122 poin atau 0,92% ke posisi Rp13.185 per dolar AS. Kemudian, hari ini spot sempat dibuka dengan pelemahan tipis sebesar 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.187 per dolar AS. Lalu, mata uang Garuda nyaman bergerak di zona hijau di kisaran Rp13.126 hingga Rp13.189 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS sebenarnya mampu dari level terendah setelah Korea Utara tidak terlihat kembali melakukan uji coba rudal. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau menguat 0,182 poin atau 0,20% ke posisi 91,534 pada pukul 09.36 WIB, setelah dibuka naik 0,083 poin atau 0,09% di level 91,435.

Korea Utara ternyata merayakan hari pendirian ke-69 pada Sabtu (9/9) kemarin melalui penghormatan kepada para ilmuwan di balik uji coba nuklir besar yang dilakukan pekan sebelumnya. Selain itu, penguatan indeks dolar AS juga didorong oleh percepatan perombakan pajak Paman Sam yang dilakukan Presiden .

“Sentimen umum di pasar merupakan kelanjutan dari pelemahan dolar AS, tetapi jika Anda melihat semua faktornya, itu tidak harus secara keseluruhan negatif untuk dolar AS,” urai kepala pakar strategi valas di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto, seperti dilansir Reuters. “Korea Utara dan Badai Irma adalah faktor sementara, dan keduanya tidak memiliki dampak jangka panjang.”

Meski indeks dolar AS berhasil bangkit, namun rupiah tetap bisa mempertahankan posisinya di zona nyaman sepanjang hari ini. Data ekonomi dalam negeri di bulan Agustus yang positif, termasuk cadangan devisa negara yang membaik, surat utang negara yang naik, dan dana asing yang mengalir lancar ke instrumen obligasi menjadi katalis bagi mata uang NKRI.

Loading...