Sentimen Bom Masih Terasa, Rupiah Dibuka Melemah 11 Poin

rupiah melemah

Kondisi internal yang kurang mendukung sedikit memengaruhi gerah mata uang Garuda. harus membuka awal pekan (29/5) ini di zona merah. Seperti diwartakan Index, mata uang Garuda membuka transaksi dengan 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.305 per . Kemudian, pada pukul 08.26 WIB, spot kembali terdepresiasi 14 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.308 per dolar .

Seperti diketahui, pada minggu lalu, diguncang insiden bom di Kampung Melayu, Jakarta. Insiden tersebut diyakini bisa memberi pengaruh negatif terhadap pergerakan mata uang Garuda meski hanya bersifat temporer. Sebelumnya, rupiah mampu melejit karena disokong euforia kenaikan peringkat utang yang diberikan Standard & Poor’s (S&P).

“Di tengah euforia kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor’s (S&P), ledakan bom di Jakarta memberikan sentimen negatif walaupun hanya akan temporer di keuangan,” jelas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Namun, euforia kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi layak oleh S&P masih akan menjaga rupiah untuk terhindar dari depresiasi yang terlalu dalam terhadap dollar AS.”

Di samping itu, sentimen S&P juga masih akan memberikan dampak positif pada pasar surat utang negara (SUN) di dalam negeri, dana asing masuk ke dalam negeri masih akan terus mengalir sehingga likuiditas dollar AS terjaga. “Sementara, dari pasar , The Fed yang ‘dovish’ terhadap kenaikan suku bunga juga dapat menahan laju dolar AS,” sambung Rangga.

Sementara itu, Bank Indonesia meyakini bahwa insiden bom tidak akan menurunkan kepercayaan asing dan tidak mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah. dan berbagai pemangku kepentingan sudah dapat memahami kondisi sebenarnya mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang terus membaik, meskipun ada gangguan keamanan atau politik.

Loading...