Senin Sore, Rupiah Menguat Seiring Kurs Asia

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (8/2) sore - www.beritasatu.com

JAKARTA – Rupiah mampu menjaga posisi di teritori hijau pada Senin (8/2) sore, seiring Asia, memanfaatkan pelemahan yang dialami lantaran data ekonomi AS masih tidak terlalu menggembirakan. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda 27,5 poin atau 0,20% ke level Rp14.002,5 per AS.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis pukul 10.00 WIB, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.000 per dolar AS atau menguat 0,44% dari transaksi sebelumnya. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mampu mengungguli greenback, menyisakan yen Jepang, won Korea Selatan, dan baht Thailand di zona merah.

Mata uang Benua Kuning memanfaatkan pelemahan yang dialami dolar AS, setelah data nonfarm payrolls AS bulan Januari 2021 dilaporkan lebih rendah dari ekspektasi. Pada bulan kemarin, ada 49.000 penciptaan , lebih rendah daripada konsensus yang dihimpun Reuters yang memprediksi 50.000 pekerjaan. Mata uang Paman Sam pun melemah 0,02% pada pukul 09.01 WIB.

“Terlihat jelas bahwa ekonomi kita masih bermasalah. Saya merasakan kesedihan yang amat mendalam di negara ini. Saya akan bertindak cepat,” ujar Presiden AS terpilih, Joe Biden. “Kalau saya harus memilih antara membantu rakyat AS sekarang atau mematuhi prosedur bertele-tele, saya akan membantu rakyat AS sekarang.”

Menurut analisis CNBC Indonesia, jika stimulus fiskal cair, itu akan membuat pasokan greenback menjadi berlimpah ruah. Seperti barang, dengan pasokan yang berlimpah, maka ‘’ greenback pun cenderung akan turun. Tambahan ‘amunisi’ ini akan menimbulkan mentalitas ‘beli, beli, beli’ di kalangan . Akhirnya, aset di negara berkembang menjadi incaran.Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan bahwa tekanan rupiah kemungkinan akan berlanjut dalam rentang sempit. Pasalnya, imbal hasil US Treasury jangka panjang mengalami kenaikan seiring dengan gencarnya kebijakan paket stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS. “Pada hari ini, rupiah mungkin bergulir pada kisaran Rp14.010 hingga Rp14.050 per dolar AS,” ujar Ibrahim.

Loading...