Senin Sore, Rupiah Menguat 2 Poin Setelah Bergerak Terbatas

Mata Uang Rupiah - berita.baca.co.idMata Uang Rupiah - berita.baca.co.id

Setelah bergerak dalam rentang terbatas, akhirnya mampu menjaga posisi di zona hijau pada perdagangan Senin (30/7) sore ketika indeks juga terpantau menguat. Menurut penuturan Bloomberg Index pukul 15.55 WIB, Garuda menyelesaikan awal pekan ini dengan penguatan tipis sebesar 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.415 per AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup menguat 47 poin atau 0,32% di posisi Rp14.417 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan (27/7) kemarin. Tren positif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka naik 8 poin atau 0,06% ke level Rp14.409 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, gerak spot memang relatif terbatas di tengah penguatan dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp14.409 per dolar AS, melonjak 74 poin atau 0,51% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.483 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia tertekan versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,38% dialami yuan .

Dari , indeks dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Senin, ketika menunggu pertemuan utama sejumlah bank sentral pada pekan ini. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,052 poin atau 0,05% ke level 94,721 pada pukul 10.54 WIB, setelah sebelumnya harus berakhir drop 0,116 poin atau 0,12% di posisi 94,669.

Seperti diberitakan Reuters, beberapa bank sentral utama memang akan menggelar pertemuan sepanjang minggu ini. Bank of Japan mengadakan rapat pada tanggal 30-31 Juli, sedangkan meeting Federal Reserve dijadwalkan berlangsung tanggal 31 Juli sampai 1 Agustus, dan Bank of England dijadwalkan membuat keputusan kebijakan pada Kamis (2/7) mendatang.

Sebelumnya, data () AS kuartal kedua 2018 yang dilaporkan tumbuh 4,1% gagal mengangkat nilai tukar greenback karena sebagian analis telah memproyeksikan angka yang lebih kuat. Selain itu, pasar juga masih mengkhawatirkan bahwa tensi perdagangan akan menjadi hambatan di kuartal kedua tahun ini.

“Investor lebih tertarik pada data PDB AS pada bulan Juli, ketika tarif terhadap barang-barang impor asal China mulai diaktifkan,” ujar kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto. “Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun meningkat, membatasi pelemahan greenback, meskipun pergerakan cenderung terbatas menjelang pertemuan BOJ.”

Loading...