Senin Sore, Rupiah Masih di Level Rp14.590 Saat Dolar Naik

Rupiah - Kabarin.coRupiah - Kabarin.co

Setelah bergerak relatif terbatas sepanjang , akhirnya harus berada di zona merah pada Senin (20/8) sore seiring penguatan yang kembali diperoleh indeks . Menurut catatan The Wall Street Journal pukul 16.01 WIB, NKRI terpantau 11 poin atau 0,08% menuju level Rp14.590 per AS.

Sebelumnya, menurut data Index, rupiah sempat berakhir melemah 16 poin atau 0,11% di posisi Rp14.593 per pada perdagangan Kamis (16/8) kemarin. Pagi tadi, mata uang Garuda bangkit dengan dibuka menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.583 per . Kemudian, spot sempat naik tipis 5 poin atau 0,03% ke posisi Rp14.588 per pada pukul 10.36 WIB dan tidak bergerak hingga sore.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.578 per dolar AS, menguat 41 poin atau 0,30% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.619 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,47% menghampiri rupee India.

Dari global, indeks dolar AS terpantau bergerak lebih tinggi pada awal pekan, ketika menunggu pembicaraan antara AS dan , yang diharapkan dapat menurunkan sengketa perdagangan antara kedua negara. Mata uang Paman Sam terpantau naik 0,064 poin atau 0,07% ke level 96,165 pada pukul 11.01 WIB.

Dilansir Reuters, meningkatnya tensi dagang antara AS dan beberapa negara, selain kinerja lira Turki yang memburuk, telah mata uang negara-negara berkembang melorot dalam beberapa hari terakhir karena dolar AS begitu perkasa. Namun, penguatan greenback sempat terhenti menjelang pertemuan pejabat China dan AS di Washington yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

“Pembicaraan antara AS dan China memang tidak akan berada di antara pejabat tingkat tinggi dan karena itu tidak mungkin untuk menghasilkan keputusan segera,” tutur ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Meski demikian, pasar akan berharap bahwa pembicaraan itu membuka jalan untuk negosiasi pada tingkat yang lebih tinggi.”

Loading...