Senin Sore, Rupiah dan Dolar AS Kompak Merah

Rupiah dan dolar as kompak melemah - www.validnews.id

JAKARTA – Rupiah tidak mampu memanfaatkan pelemahan yang dialami untuk bergerak menguat pada perdagangan Senin (28/9) sore ketika fokus saat ini tengah tertuju pada debat pertama calon presiden AS. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah 27,5 poin atau 0,18% ke level Rp14.900 per .

Sementara itu, menurut data yang dirilis Bank Indonesia pukul 10.00 WIB tadi, referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.959 per AS, terdepresiasi 9 poin atau 0,06% dari sebelumnya di level Rp14.941 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif, dengan kenaikan dialami dolar Taiwan, peso Filipina, dan ringgit Malaysia, sedangkan penurunan menghampiri rupiah, won Korea Selatan, dan baht Thailand.

“Sentimen pelaku global yang membaik membuat rupiah mampu menguat tipis-tipis pada akhir pekan lalu,” tulis riset CNBC Indonesia. “Namun, dengan kondisi perekonomian global yang kembali dipenuhi ketidakpastian akibat peningkatan kasus penyakit virus (COVID-19) di beberapa negara-negara Eropa, membuat dolar AS kembali lebih unggul.”

Sebenarnya, menyatakan dolar AS unggul tidak begitu tepat. Pasalnya, menurut data terbaru, greenback juga harus terpuruk pada hari Senin, karena keraguan tentang pemulihan terus berlanjut menjelang rentetan data dan perkembangan di AS. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,119 poin atau 0,13% ke level 94,523 pada pukul 14.57 WIB.

Seperti dilansir dari Reuters, sementara rebound di saham AS pada hari Jumat (25/9) telah membantu mengekang kenaikan dolar AS, yang dianggap sebagai tempat berlindung yang aman, tanda-tanda perlambatan dalam pemulihan ekonomi dari pandemi dan ketidakpastian politik membuat investor tetap waspada. Imbal hasil obligasi terkait inflasi AS, yang dikenal sebagai imbal hasil riil, telah meningkat hampir 20 basis poin setelah menyentuh rekor terendah awal bulan ini.

Saat ini, fokus investor tengah tertuju pada debat pertama calon presiden AS pada hari Selasa (29/9) waktu setempat, karena pemilihan pada awal November telah mulai membayangi. Beberapa investor juga mengharapkan Kongres AS untuk meloloskan paket stimulus apa pun sebelum pemilihan. “Beberapa orang akan mencoba untuk bertaruh pada hasil pemilu. Setidaknya, mereka akan menunggu sampai debat TV besok,” kata direktur forex di Societe Generale, Kyosuke Suzuki.

Loading...