Senin Pagi, Rupiah Kian Gontai Sentuh Level Rp16.000/USD

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (23/3) - tempo.co

masih kewalahan membendung serangan virus corona ketika membuka Senin (23/3) ini. Menurut catatan Index, mata uang Garuda mengawali dengan 15 poin atau 0,09% ke level Rp15.975 per AS. Langkahnya semakin gontai ketika harus melorot tajam 265 poin atau 1,66% menuju posisi Rp16.225 per AS pada pukul 08.24 WIB.

“Setiap data yang menunjukkan pertumbuhan kasus virus corona di Indonesia dan meningkatnya jumlah korban meninggal akan menggerus rupiah,” tutur ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dilansir Kontan. “Sentimen pada hari ini tergantung kebijakan terkait wabah ini. Selain itu, kondisi penanganan virus corona di AS dan Eropa juga berpengaruh.”

Tidak berbeda jauh, analis Asia Valbury Futures, Lukman Leong, juga mengatakan bahwa sentimen utama masih berasal dari persebaran pandemi coronavirus. Namun, langkah triple intervensi yang dilakukan di pasar spot dan DNDF serta Surat Utang Negara (SUN) diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi mata uang domestik.

Ia pun memperkirakan rupiah pada hari ini dapat berhenti melemah dan akan sedikit rebound. Lukman mengatakan bahwa spot akan bergerak pada kisaran Rp15.600 hingga Rp16.000 per dolar AS. Sementara itu, Josua memperkirakan mata uang Garuda bakal bergulir di kisaran Rp15.900 hingga Rp16.300 per dolar AS.

Per tanggal 22 Maret 2020, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di Indonesia bertambah 64 orang, sehingga total menjadi 514 orang. Dari jumlah tersebut, jumlah korban meninggal dunia menjadi 48 orang atau bertambah 10 orang, sedangkan pasien yang sudah dinyatakan sembuh bertambah 9 orang menjadi 29 orang.

Kasus positif terbanyak masih berada di DKI Jakarta, dengan total 267 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 55 kasus, Banten dengan 43 kasus, dengan 26 kasus, Jawa Tengah dengan 14 kasus, dan Kalimantan Timur dengan 9 kasus. DKI Jakarta juga menyumbang angka kematian terbanyak, yakni 23 orang, disusul Jawa Barat sebanyak 3 orang.

Loading...