Transaksi Senin Pagi, Rupiah Lanjut Menguat Tipis

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (20/4) pagi - ijn.co.id

JAKARTA – masih mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada perdagangan Senin (19/4) pagi. Menurut laporan Index pada pukul 09.11 WIB, Garuda terpantau naik tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp4.560 per AS. Sebelumnya, spot berakhir 50 poin atau 0,34% ke level Rp14.565 per AS pada hari Jumat (16/4) lalu.

“Penguatan rupiah (kemarin) didukung rilis untuk kuartal I 2021 yang berhasil tumbuh pesat 18,% secara year-on-year dan 0,6% secara quarter-on-quarter,” ujar Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, seperti dikutip dari Bisnis. “Para ekonom beranggapan bahwa pertumbuhan PDB itu akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

Ibrahim melanjutkan, pertumbuhan ekonomi China akan langsung terasa pada sisi , terutama permintaan dari Negeri Tirai Bambu itu yang diyakini otomatis akan meningkat. Hal tersebut tentu akan membantu Indonesia ke China, sehingga neraca perdagangan Indonesia berpotensi surplus untuk beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, melihat bahwa pergerakan rupiah selama satu minggu ini akan dipengaruhi juga oleh berita klaim pengangguran AS yang berada di bawah ekspektasi, serta neraca perdagangan Indonesia yang surplus. Dilansir dari Kontan, ia pun memprediksi rupiah akan bergulir di kisaran Rp14.550 hingga Rp14.650 per .

“Ada beberapa sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah selama bulan April ini, seperti bulan Ramadan dan Idul Fitri yang akan membuat menjadi lebih meningkat dari biasanya,” kata David. “Pembayaran dividen juga di bulan April, lalu juga utang jatuh tempo, termasuk utang pemerintah banyak yang jatuh temponya di bulan April. Selain itu, dana asing terlihat belum terlalu kuat bulan April ini.”

Analis lainnya, Head of Economics Research Pefindo, Fikri C. Permana, menilai bahwa beberapa hal yang masih akan memengaruhi adalah pergerakan yield dan surat utang negara (SUN) yang masih akan volatile. Fikri sendiri berharap bahwa menariknya yield SUN akan mendorong investor masuk (ke dalam negeri), sehingga dapat membuat rupiah terapresiasi.

Loading...