Senin Pagi, Rupiah Bertahan Menguat Tipis

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (24/5) pagi - www.beritasatu.com

JAKARTA – Rupiah masih mampu bertahan di area hijau pada Senin (24/5) pagi meski penguatannya semakin menipis. Menurut laporan Index pada pukul 09.01 WIB, Garuda dibuka naik 8,5 poin atau 0,06% ke level Rp14.346,5 per AS. Sebelumnya, spot mampu ditutup 20 poin atau 0,14% di posisi Rp14.355 per pada Jumat (21/5) kemarin.

“Awal pekan lalu, rupiah bergerak menguat karena penguatan dolar AS dibatasi spekulasi yang akan mengetatkan kebijakan moneter setelah AS tumbuh,” ujar analis Monex Investindo Futures, Faisyal, dilansir dari Kontan. “Sentimen tersebut sudah diantisipasi pelaku sehingga membuat mata uang Garuda sempat bergerak naik.”

Sementara itu, Head of Economics Research Pefindo, Fikri C. Permana menilai pergerakan rupiah sepekan kemarin cukup terjaga akibat pasar yang tutup saat Lebaran. Jika pasar tidak tutup di saat yang sama, data inflasi AS tercatat naik dan langsung meningkatkan yield . “Jika pasar tidak tutup, rupiah berpotensi mengalami overshoot,” kata Fikri.

Pada pekan ini, Faisyal melanjutkan bahwa fokus pelaku pasar pada kebijakan pengetatan moneter The Fed sudah mulai diacuhkan. Pergerakan nilai tukar mata uang akan kembali pada masalah -19. Selain itu, pelaku pasar juga akan menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Menurut Faisyal, jika bank sentral mempertahankan suku bunga, maka rupiah berpotensi bergerak lebih tinggi.

Hampir senada, Fikri pun memperkirakan rupiah bergerak volatil dengan kecenderungan menguat. Sentimen positif datang dari neraca perdagangan Indonesia periode April 2021 yang kembali mengalami surplus. Selain itu, ekspor China dan Jepang yang mulai meningkat juga dapat mengatrol nilai tukar mata uang domestik.

Sedikit berbeda, Presiden Direktur HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo, mengatakan bahwa pelemahan yang terjadi pada dolar AS saat ini masih belum mampu mengangkat rupiah sebagaimana mestinya. Hal tersebut disebabkan kenaikan inflasi Indonesia dan kekhawatiran perkembangan lonjakan kasus Covid-19 yang dapat terjadi usai libur Lebaran.

Pada perdagangan pekan ini, Faisyal memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.200 hingga Rp14.500 per dolar AS, sedangkan Fikri memprediksi mata uang Garuda bergulir di rentang Rp14.150 hingga Rp14.350 per dolar AS. Adapun Sutopo memproyeksikan rupiah pada Senin ini akan berada di kisaran Rp14.300 hingga Rp14.500 per dolar AS.

Loading...