Senin Pagi, Rupiah Melemah Selepas Hari Raya Nyepi

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (15/3) pagi - www.senayanpost.com

JAKARTA – Rupiah harus rela terjun ke zona merah pada Senin (15/3) pagi selepas Hari Raya Nyepi. Menurut data Index pukul 09.09 WIB, Garuda melemah 15 poin atau 0,10% ke level Rp14.400 per . Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 20 poin atau 0,14% di posisi Rp14.385 per pada Jumat (13/3) kemarin.

Menurut Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, seperti dilansir dari Kompas, rupiah masih memiliki potensi untuk menguat seiring dengan program vaksinasi yang terus membawa prospek pemulihan yang lebih cepat. Hal ini terlihat saat AS mulai melepaskan diri dari nilai tukarnya yang melemah sepanjang tahun.

Sementara itu, FX Senior Dealer Bank Sinarmas, Deddy, memprediksi nilai tukar rupiah tidak akan berubah banyak pada pekan ini. Salah satu sentimen yang akan memengaruhi pergerakan rupiah adalah kebutuhan pasar terhadap dolar AS yang masih tinggi menjelang akhir kuartal pertama 2021. Pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga acuan dalam rapat tengah pekan ini. “Mereka akan menantikan komentar Gubernur , yang pasti akan memengaruhi pergerakan pasar,” katanya, dikutip dari Bisnis.

“Pada akhir pekan kemarin, rupiah sempat terkoreksi seiring dengan pergerakan mata uang utama dan regional yang juga melemah terhadap dolar AS,” sambung Deddy. “Meski demikian, koreksi tersebut berlangsung sesaat dan rupiah bisa berbalik ke zona hijau. Hal ini ditopang penguatan yang terjadi pada pasar domestik.”

Sedikit berbeda, analisis dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menuturkan bahwa range rupiah sejak pertengahan 2020 berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp14.000 per dolar AS, sehingga kemungkinan masih bisa melemah lagi jika fundamental dan teknikal mendukung. Pasalnya, AS diuntungkan kecemasan inflasi, dengan yield US Treasury 10 tahun terpantau melonjak.

Analisis CNBC Indonesia juga memperkirakan rupiah berisiko melemah lagi pada perdagangan hari ini, setelah praktis tidak menguat dalam empat minggu terakhir. Tanda-tanda depresiasi mata uang Garuda sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF sendiri seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot.

Loading...