Senin Pagi, Rupiah Kembali Melemah Cukup Tajam

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (22/3) pagi - www.liputan6.com

JAKARTA – Rupiah harus terperosok cukup dalam ke zona merah pada perdagangan Senin (22/3) pagi. Menurut Index pukul 09.07 WIB, mata uang 31,5 poin atau 0,29% ke level Rp14.439 per AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat tipis 2,5 poin atau 0,02% di posisi Rp14.407,5 per AS pada Jumat (19/3) kemarin.

“Jika melihat perkembangan sepekan, data , dari dalam negeri belum mampu mendorong penguatan rupiah secara signifikan,” papar Ekonom Fiskal dan Kesejahteraan Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, dilansir dari Bisnis. “Untuk rupiah pekan ini, saya kira masih akan sideways di kisaran Rp14.350 hingga Rp14.400 per dolar AS.”

Yusuf menambahkan, pergerakan rupiah pada minggu ini masih akan dipengaruhi sentimen yield AS dan juga kewaspadaan akan potensi gelombang kedua Covid-19 secara global. Namun, rupiah juga bisa menguat karena berencana menerbitkan kembali , yang diproyeksikan dapat mendorong capital inflow.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, seperti dikutip dari Kontan, mengatakan bahwa yield US hingga ke level 1,7% sudah tergolong overshoot. Karena itu, ia melihat pergerakan yield US akan mulai kembali stabil. Dengan stabilnya yield US , tekanan capital outflow sudah tidak akan besar lagi. “Selain itu, kemungkinan besar komoditas akan kembali naik lagi sehingga rupiah bisa diuntungkan dengan kondisi ini,” katanya.

Berbanding terbalik, Analis Monex Investindo Futures, Faisyal memperkirakan ada kemungkinan dolar AS masih melanjutkan penguatan walaupun relatif terbatas. Sentimen soal pergerakan yield US Treasury masih akan menjadi katalis utama, membuat rupiah masih rentan mengalami pelemahan. Namun, pasar juga menantikan seperti apa hasil pertemuan AS dengan China. “Jika membaik, bisa menjadi sentimen positif untuk aset berisiko,” tutur Faisyal.

“Pasar juga akan melihat perkembangan penggunaan AstraZeneca yang sempat dihentikan penggunaannya seiring timbulnya efek samping. Kabar yang beredar, Jerman sudah mengizinkan tersebut digunakan lagi,” sambung Faisyal. “Pada perdagangan Senin ini, rupiah akan bergerak pada kisaran Rp14.400 hingga Rp14.500 per dolar AS.”

Loading...