Dibuka Melemah, Rupiah Diprediksi Masih Cenderung Tertekan

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (12/4) pagi - www.bbc.com

JAKARTA – masih belum bisa keluar dari zona merah pada perdagangan Senin (12/4) pagi. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 09.10 WIB, Garuda 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.575 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 30 poin atau 0,21% di posisi Rp14.565 per AS pada hari Jumat (9/4) kemarin.

“Pelemahan rupiah yang terjadi pada akhir pekan lalu mengikuti pergerakan mata uang regional yang juga terkoreksi terhadap dolar AS,” kata FX Senior Dealer Bank Sinarmas, Deddy, dilansir dari Bisnis. “Hal ini disebabkan rilis data AS seperti produsen yang melebihi perkiraan, tanda bahwa ekonomi AS beranjak pulih dari pandemi virus corona.”

Sementara itu, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menuturkan bahwa pelemahan rupiah minggu lalu disebabkan komentar Gubernur , Jerome Powell, yang membela sikap dovish . Meskipun Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia pada bulan Maret 2021 menunjukkan perbaikan, tetapi konsumen cenderung masih pesimistis memandang perekonomian saat ini hingga enam bulan mendatang.

Nyaris senada, Research & Education Coordinator Valbury Futures, Nanang Wahyudin, memperkirakan bahwa potensi pelemahan rupiah masih akan terjadi pada pekan ini. Ia melihat, setelah sempat terkoreksi, yield mulai kembali bergerak naik. “Ini perlu diwaspadai, area tersebut akan menjadi tekanan buat rupiah,” ujar Nanang, dikutip dari Kontan.

“Apalagi, indeks dolar AS yang sudah terkoreksi dalam dua pekan terakhir, sudah mulai berbalik menguat dan akan menambah tekanan bagi rupiah,” sambung Nanang. “Data ekonomi dalam negeri terbaru juga dinilai tidak menjadi katalis positif bagi rupiah. Pada pekan lalu, tercatat Indonesia mengalami penurunan, dan ini berpotensi masih akan menghantui rupiah pada sepekan ke depan.”

Untuk perdagangan hari Senin ini, Nanang memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp14.530 hingga Rp14.600 per dolar AS, dengan kecenderungan melemah. Sementara itu, Ibrahim memprediksi mata uang Garuda bergulir di rentang Rp14.545 hingga Rp14.590 per dolar AS, sedangkan Deddy menilai spot akan berada di level Rp14.525 hingga Rp14.625 per dolar AS.

Loading...