Senin Pagi, Rupiah Masih Parkir di Zona Hijau

Rupiah menguat pada senin pagiRupiah menguat pada senin pagi - kaltim.prokal.co

JAKARTA – Setelah parkir di zona hijau pada akhir pekan (15/11) kemarin, masih tetap mampu melanjutkan tren positif meski penguatan relatif menipis. Menurut catatan Index, Garuda membuka Senin (18/11) pagi dengan menguat 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.070 per dolar . Sebelumnya, spot berakhir naik 11 poin atau 0,08% di posisi Rp14.077 per dolar .

Sementara itu, dari pasar global, indeks dolar AS terpantau masih belum beranjak dari area negatif pada Senin pagi. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,0046 poin atau 0,05% ke level 97,953 pada pukul 08.13 WIB. Sebelumnya, sudah berakhir terdepresiasi di posisi 97,999 pada Jumat waktu setempat.

“Pergerakan rupiah berhasil berakhir di zona hijau pada pekan lalu di tengah ketidakpastian sentimen eksternal yang membuat mata uang Garuda hampir terdepresiasi sepanjang pekan,” ujar Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Bisnis. “Namun, data trade balance Indonesia di bulan Oktober yang positif berhasil membantu rupiah sehingga rupiah berbalik menguat.”

Rekannya, Andian Wijaya, menambahkan bahwa pergerakan rupiah pada awal pekan ini masih dipengaruhi oleh sentimen global, terutama yang terkait dengan tensi perdagangan AS-China. Pasar masih mengawasi perkembangan . China mengklaim, perundingan dengan AS mulai menunjukkan hasil. Hal ini berpotensi menjadi sentimen positif, meski sebelumnya Presiden AS, , membantah ada kesepakatan yang ditandatangani.

Dalam wawancara bersama Fox Business Network, Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengungkapkan bahwa AS-China sangat mungkin untuk menyepakati perjanjian damai dagang Fase I. Saat ini, pembicaraan sedang berlangsung di level teknis. Pelaku pasar pun semakin yakin AS-China akan segera meneken perjanjian damai dagang.

Dari dalam negeri, Ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Puteri, menuturkan bahwa pelaku pasar menanti keputusan Rapat Dewan Gubernur BI soal acuan. Jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, pasar akan melihat apakah akan ada keputusan untuk menurunkan acuan sekali lagi atau tidak.

Loading...