Senin Pagi, Rupiah Dibuka Stagnan Selepas Libur Panjang

Rupiah stagnan di level Rp14.045 per dolar ASRupiah stagnan di level Rp14.045 per dolar AS - tempo.co

JAKARTA – tidak banyak bergerak ketika mengawali Senin (22/4) setelah libur panjang terkait perayaan Paskah. Menurut catatan Index, Garuda dibuka stagnan di level Rp14.045 per . Sebelumnya, spot berakhir menguat 40 poin atau 0,28% pada Kamis (18/4) atau sehari setelah pelaksanaan Pemilu 2019.

Sementara itu, dari global, indeks AS terpantau bergerak lebih tinggi pada hari Senin pagi. Mata uang Paman Sam menguat tipis 0,002 poin atau 0,01% menuju level 97,380 pada pukul 08.23 WIB. Sebelumnya, greenback mengakhiri transaksi Jumat (19/4) kemarin dengan pelemahan tipis 0,0960 poin atau 0,1% di posisi 97,378.

“Outlook Indonesia semakin jelas ketika pemilu telah usai. Pesta demokrasi lalu juga cenderung berjalan dengan damai, membuat spekulasi pasar tidak aneh-aneh,” ujar analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, dilansir Kontan. “Apresiasi rupiah kali ini sejalan dengan indeks dolar AS yang juga menguat imbas pelemahan mata uang seperti euro dan pound sterling.”

Untuk pekan ini, Reny menambahkan, pasar menantikan progres lebih lanjut terkait negosiasi dagang antara AS dengan . Bila menghasilkan sinyal , maka outlook ekonomi China akan membaik dan rupiah akan terkena efek domino. “Pada Senin ini, rupiah masih bisa menguat dengan rentang pergerakan Rp14.000 hingga Rp14.080 per dolar AS,” sambung Reny.

Hampir senada, kepala riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan bahwa nilai tukar rupiah makin perkasa terhadap dolar AS setelah Pemilu 2019 selesai digelar. Serangkaian -data ekonomi AS yang lebih bagus dari proyeksi, seperti yang terakhir terkait penjualan ritel AS, dan -data ekonomi China yang juga lebih bagus dari perkiraan, memberikan sentimen positif ke rupiah, selain hasil pemilu Indonesia yang lancar.

“Penguatan rupiah sangat mungkin terjadi tatkala data penjualan ritel AS untuk bulan Maret 2019 tumbuh 1,6% sewaktu dirilis Kamis (18/4) malam lalu. Hasil tersebut lebih tinggi ketimbang proyeksi konsensus pasar sebesar 0,9%,” timpal ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail. “Perbaikan data penjualan ritel AS meredakan kekhawatiran pelaku pasar akan potensi perlambatan ekonomi di negara tersebut.”

Loading...