Senin Pagi, Rupiah Melemah Usai Pesanan Barang Modal Inti AS Naik

Rupiah melemah pada perdagangan Senin (27/4) pagi - www.jawapos.com

JAKARTA – harus terbenam ke zona merah pada perdagangan Senin (27/4) pagi ketika data pesanan untuk barang-barang modal utama bulan Maret 2020 dilaporkan naik. Menurut catatan Index, Garuda melemah 69 poin atau 0,45% ke level Rp15.469 per pada pukul 09.15 WIB. Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 15 poin atau 0,1% di posisi Rp15.400 per dolar pada akhir pekan (24/4) kemarin.

Dilansir Reuters, pesanan untuk barang modal non-pertahanan tidak termasuk pesawat, acuan yang diawasi ketat untuk rencana pengeluaran bisnis, naik 0,1% sepanjang bulan lalu, demikian rilis Departemen Perdagangan AS. Sementara, ekonom yang disurvei Reuters memprediksi pesanan barang modal inti akan anjlok 0,6%.

“Namun, itu tidak akan bertahan setelah perusahaan mengatakan mereka akan memangkas belanja modal dalam panggilan pendapatan bulan ini,” kata kepala ekonom di MUFG di New York, Chris Rupkey. “Jika pertumbuhan tidak terjadi, maka tidak perlu membeli peralatan untuk menghasilkan lebih banyak barang jika permintaan telah menguap.”

Gambaran ekonomi memburuk dengan cepat di tengah-tengah lockdown nasional untuk mengendalikan penyebaran COVID-19, penyakit pernapasan yang berpotensi mematikan yang disebabkan oleh . Sebuah rekor dengan 26,5 juta orang AS telah mengajukan tunjangan pengangguran sejak pertengahan Maret. Penjualan ritel, pembangunan kembali rumah, aktivitas bisnis, dan kepercayaan konsumen juga melemah tajam.

Lalu, bagaimana dengan pergerakan rupiah pada hari ini? Head of Research Pefindo, Fikri C. Permana, seperti dikutip dari Kontan, mengatakan bahwa arah rupiah akan bergantung pada minyak. Seandainya minyak menguat, akan berdampak positif bagi rupiah. Selain itu, pergerakan indeks juga akan menjadi penentu langkah rupiah.

Sementara, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, bilang, arus modal asing di Indonesia menjadi sentimen yang akan memengaruhi pergerakan rupiah ke depan. Pelaku pasar juga masih mengamati perkembangan penanganan penyebaran . “Rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.500 hingga Rp15.750 per dolar AS,” katanya.

Loading...