Senin Pagi, Rupiah Bergerak Sempit Jelang Laporan IHK

Rupiah melemah pada perdagangan Senin (1/2) pagi - www.jasacapital.co.id

JAKARTA – terpantau bergerak di kisaran yang sempit pada Senin (1/2) pagi jelang pengumuman inflasi bulan Januari 2021. Menurut paparan Bloomberg Index, Garuda memulai transaksi dengan melemah 2,5 poin atau 0,02% ke level Rp14.032,5 per AS. Kemudian, pada pukul 09.04 WIB, spot berbalik menguat tipis 2,5 poin atau 0,02% ke posisi Rp14.027,5 per AS.

Sebelumnya, pada Jumat (29/1) kemarin, mata uang dalam negeri mampu ditutup naik 47,5 poin atau 0,34% di posisi Rp14.030 per dolar AS. Di sisi lain, mata uang Asia bergerak . Selain rupiah, penguatan juga terjadi di hampir seluruh mata uang Benua Kuning, mulai dari won Korea hingga rupee India. Namun, ringgit Malaysia dan baht Thailand harus ditutup melemah.

“Penguatan indeks dolar AS tidak serta-merta membuat mata uang Garuda ikut melemah,” tutur Direktur Utama TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dikutip dari . “Penguatan ini ditopang data internal yang cukup bagus, sehingga pelaku kembali mengoleksi mata uang Garuda dengan kembali masuknya modal asing ke finansial dalam negeri.”

Untuk perdagangan awal pekan ini, Ibrahim memprediksi bahwa rupiah dapat melanjutkan tren positif. Salah satu faktor penopang rupiah adalah sikap pelaku usaha yang mempersiapkan diri memperkuat perekonomian nasional guna menggerakkan roda perekonomian. Hal ini dilakukan dengan mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. “Untuk perdagangan Senin, rupiah akan fluktuatif, tetapi dibuka menguat Rp14.000 hingga Rp14.050 per dolar AS,” kata Ibrahim.

Saat ini, pelaku pasar tengah menantikan laporan Indeks Konsumen () bulan Januari 2021 yang rencananya diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Januari 2021 yang dilakukan Bank , perkembangan harga pada Januari 2021 diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,34% (month-to-month atau secara bulanan).

Loading...