Uji Level Psikologis, Kurs Rupiah Bergerak Fluktuatif di Senin Pagi

Rupiah bergerak fluktuatif - www.galamedianews.com

JAKARTA – terpantau bergerak pada Senin (8/6) pagi. Menurut catatan Index, Garuda membuka dengan menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.872 per . Namun, pada pukul 09.09 WIB, spot langsung berbalik melemah 20 poin atau 0,14% ke posisi Rp13.897 per .

“Pada pekan ini, rupiah masih memiliki kemungkinan untuk melanjutkan penguatan, apalagi di akhir minggu kemarin, aset-aset berisiko juga ditutup menguat, termasuk indeks saham AS dan Eropa,” papar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dikutip dari Bisnis. “Sentimen positif masih datang dari pembukaan kembali aktivitas perekonomian -negara yang mengalami pandemi, termasuk Indonesia yang mulai melakukan kenormalan baru.”

Selain itu, rencana beberapa negara, seperti AS, Eropa, dan Jepang, menggelontorkan stimulus tambahan juga menambah risk appetite pelaku pasar. Eropa misalnya, dikabarkan menyediakan stimulus lebih dari 1 miliar euro. Tak heran, arus dana asing yang masuk ke negara-negara emerging market masih besar, termasuk Indonesia.

Hampir senada, Ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Puteri, juga menilai capital inflow masih akan mengalir deras ke pasar keuangan domestik. Alhasil, rupiah masih bisa bergerak menguat. “Investor asing tertarik masuk karena tingkat suku bunga Indonesia menarik dengan tingkat inflasi yang cenderung rendah,” ujar Reny seperti disalin dari Kontan.

Sedikit berbeda, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa masih terlalu dini menilai sentimen positif bagi rupiah. Sebab, jika aksi demonstrasi di AS dan beberapa wilayah mereda, AS berpotensi akan melambung lagi. “Untuk itu, pemerintah harus mewaspadai pembalikan arah dana asing, karena bisa rebound lagi,” kata Bhima.

Sementara itu, menurut analisis CNBC Indonesia, rupiah tampaknya perlu ‘mengambil napas dulu’ setelah berlari kencang sepanjang pekan lalu. Resisten (tahanan atas) terdekat berada di kisaran Rp13.930 per dolar AS. Jika posisi tersebut bisa ditembus, rupiah berisiko kembali menguji level psikologis di Rp14.000 per dolar AS.

Loading...