Senin Pagi, Kurs Rupiah Rebound 10 Poin Selepas Long Weekend

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

Rupiah mampu pada pembukaan awal pekan (20/8) ini seiring dengan optimisme mengenai akhir perang perdagangan -. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali transaksi dengan menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.583 per AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup melemah 16 poin atau 0,11% di posisi Rp14.593 per AS pada Kamis (16/8) kemarin.

Dilansir Reuters, perang yang berlangsung antara Negeri Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu kini dikabarkan mulai menemukan titik temu. Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa delegasi mereka yang dipimpin oleh Wakil Menteri Perdagangan, Wang Shouwen, akan bertemu dengan perwakilan AS yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada tanggal 21-22 Agustus mendatang.

“Ancaman perang dagang telah mengancam aktivitas ,” ujar Wakil Presiden Senior di Wedbush Securities, Stephen Massocca. “Namun, fakta bahwa mungkin menyelesaikan (sengketa perdagangan) lebih cepat, tanpa kerangka waktu berkelanjutan dari aktivitas yang lambat karena , menjadi pertanda baik untuk pasar.”

Optimisme ini membuat indeks beringsut turun dari level tertinggi selama 13 bulan. Pada penutupan perdagangan akhir pekan (17/8) kemarin, terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, greenback terpantau melemah 0,54% menuju posisi 96,10, dalam jalurnya menuju penurunan mingguan terburuk sejak bulan Juli lalu.

“Anda memiliki dolar AS yang dibeli secara agresif selama beberapa bulan terakhir ketika investor menghindari risiko dan mencari keamanan dalam greenback,” kata Direktur Strategi FX di BK Asset Management di New York, Kathy Lien. “Investor menutupi kerugian dalam dua minggu terakhir musim panas dan posisi unwinding.”

Meski demikian, ancaman terhadap mata uang Garuda masih tetap ada, seiring dengan kembali menurunnya kinerja lira Turki. Pada hari Jumat, lira menghentikan rebound tiga hari, meluncur lebih dari 5% terhadap greenback, imbas kekhawatiran pasar mengenai ancaman sanksi ekonomi dari AS, kecuali pihak Turki menyerahkan pendeta AS, Andrew Brunson.

Loading...