Sengketa Laut China Selatan, Negara ASEAN Bangun Armada Perang

Kapal induk Izumo Jepang - asia.nikkei.comKapal induk Izumo Jepang - asia.nikkei.com

HANOI – -negara di cenderung membangun armada untuk mempertahankan di dari klaim China yang semakin agresif. menyambut kapal perang asing ke pelabuhan utama, membangun pertahanan di pulau yang disengketakan, sedangkan diyakini telah mengerahkan lima pesawat tempur F-16 dan tiga sampai lima kapal perang angkatan laut ke Kepulauan Natuna.

Kapal induk Izumo asal Jepang telah berlabuh di Teluk Cam Ranh, Vietnam untuk pertama kalinya pada tanggal 20 Mei sebagai bagian dari misi kemanusiaan tahunan Pasifik oleh negara-negara seperti Jepang dan Amerika Serikat. Sebuah surat kabar yang berafiliasi dengan negara menyatakan bahwa Hanoi berharap keterlibatan Jepang di wilayah tersebut.

Terletak 550 km dari Pulau Spratly dan Paracel, Cam Ranh Bay adalah benteng utama di Laut Cina Selatan. Pasukan Bela Diri Angkatan Laut Jepang pertama kali memasuki pelabuhan tersebut pada bulan April 2016, diikuti oleh kapal-kapal Amerika dan China pada bulan Oktober, karena pemerintah Vietnam berusaha untuk mencapai keseimbangan diplomatik antara berbagai negara.

AS memberi enam kapal patroli kepada Vietnam pada tanggal 22 Mei lalu, dan dua hari kemudian, Paman Sam melakukan operasi kebebasan navigasi pertamanya di Laut Cina Selatan sejak Presiden Donald Trump mulai menjabat. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, Trump menekankan bahwa pihaknya akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan.

Sementara itu, Filipina sedang memperkuat penguasaannya atas sebuah pulau di Spratly yang disengketakan, terlepas dari tawaran Presiden Rodrigo Duterte ke China. Manila secara tiba-tiba melanjutkan usaha untuk membangun pesisir dan memperbaiki landasan pacu di Pulau Pag-asa. ini diperkirakan menelan total 1,6 miliar peso (sekitar 32,1 juta dolar AS).

Adapun Indonesia, diyakini telah mengerahkan lima pesawat tempur F-16 dan tiga sampai lima kapal perang angkatan laut ke Kepulauan Natuna. Negara ini membangun basis di sana, dengan rencana untuk menyelesaikan landasan pacu dan memperluas sebuah pelabuhan militer di akhir tahun 2017. Indonesia juga mempertimbangkan untuk mengadakan kapal selam dan membeli pesawat tempur tambahan dari Rusia.

Beijing sendiri diketahui terus memperluas wilayah pengendaliannya di Laut China Selatan, mengambil langkah-langkah seperti memasang sistem pertahanan udara di tujuh pulau buatan di Spratly. Dengan peringatan Washington dan Manila ke Beijing, sedikit kemajuan dilakukan pada kode etik yang mengikat secara hukum pada pertemuan antara China dan ASEAN yang dimulai Jumat (2/6) ini.

Loading...