Semua Saham Anjlok, kecuali Saham Industri dan Sektor Kimia

IHSG kacauHampir semua di Indeks utama Indonesia tergelincir pada hari Senin lalu (22/12), sementara di sisi lain sedang bersinar. Jakarta Composite Index (JCI) kehilangan sekitar 0,4% menjadi 5,126. Sekitar 12,3 Miliar lembar saham senilai 5,7 triliun Rupiah (setara 458 juta USD) berpindah tangan di (BEI). Investor asing menyumbang sekitar 30% dari aktivitas perdagangan, selisih dan saham adalah sebesar 357,8 Miliar Rupiah.

Pada hari Senin lalu, tercatat bahwa semua sektor jatuh, kecuali saham industri dan bahan yang 0,1%. Indocement Tunggal Prakasa, sebagai salah satu produsen semen terkemuka di Indonesia, sahamnya 1,23% menjadi Rp 24.750/saham, sedangkan saham Semen Indonesia 0,2% menjadi Rp 16.000/sahamnya.

Sebastian Tobing, Kepala Penelitian dan Bisnis Institusional di Trimegah Securities, memuji langkah berani yang diambil oleh Presiden Joko Widodo untuk menaikkan BBM bersubsidi dalam rangka menyedot kembali triliunan Rupiah ke regulasi yang lebih produktif seperti infrastruktur. “Jika rencana Pemerintah untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik, hal ini dapat membentuk yang lebih tinggi untuk rasio laba di IHSG, ” kata Sebastian Tobing.

Nilai tukar Rupiah diketahui menguat sebesar 0,4% menjadi Rp 12.439/USD. Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, akan tetap bermain di pasar untuk menstabilkan Rupiah hingga Rupiah mampu melampaui 12.300 per Dolarnya.

Loading...