Sempat Tertekan, Rupiah Bangkit dan Ditutup Menguat 22 Poin

Usai bergerak dan cenderung tertekan sepanjang perdagangan (8/9), akhirnya masih mampu melanjutkan tren penguatan. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup sesi perdagangan hari ini dengan menguat 22 poin atau 0,17% ke posisi Rp13.063 per AS.

Rupiah mampu menguat 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.082 per dolar AS di awal dagang. Namun, spot berbalik terdepresiasi 29 poin atau 0,22% ke posisi Rp13.114 per dolar AS pada istirahat siang. Jelang tutup dagang atau pukul 15.43 WIB, mata uang Garuda bangkit dengan naik 29 poin atau 0,22% ke level Rp13.056 per dolar AS.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, mengatakan bahwa rupiah masih bisa lanjut menguat meski ruang penguatan mulai terbatas. “Ruang penguatan rupiah mulai terbatas seiring dengan kenaikan lanjutan di Agustus 2016 sebesar 2,1 miliar dolar AS menunjukkan keinginan untuk terus mengurangi pasokan dolar di ,” kata Rangga.

Senada, Ekonom Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, menyebutkan bahwa mata uang Garuda sepanjang hari ini memang rentan terkoreksi karena sudah menguat selama tiga hari beruntun. “Namun, data tenaga kerja AS yang diumumkan memburuk pekan lalu masih terasa dan menjadi sentimen pendorong,” kata Lana.

Saat ini, fokus pasar tertuju pada pertemuan (European Central Bank atau ECB) yang kesimpulannya bakal dirilis malam nanti. Harapan cukup besar untuk ECB memperbesar jumlah stimulus mereka atau paling tidak merelaksasi peraturan yang menghalangi program pembelian aset yang lebih besar.

Loading...