Sempat Terpuruk, Rupiah Rebound ke Rp 13.242 per Dolar AS di Penutupan

Jakarta – Meski dibuka di posisi Rp 13.254 per dolar AS pada perdagangan pagi tadi, Kamis (25/8), Garuda ternyata berhasil rebound di penutupan sore ini.

Menurut dari Index, di akhir dagang berhasil beranjak dari zona merah dan menguat 10 poin atau 0,08 persen ke angka Rp 13.242 per dolar AS.

Meskipun dari faktor berkemungkinan besar untuk menaikkan suku bunga pinjamannya, rupanya pasar tetap saja ragu. “Indeks dolar AS menguat seiring adanya optimisme kenaikan suku bunga The Fed. Meski lebih banyak yang memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember , bukan September , pasar terlihat panik,” kata analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee.

Sepanjang hari ini rupiah diperdagangkan di kisaran angka Rp 13.226 hingga Rp 13.284 per dolar AS. Pergerakan mata uang yang terbatas ini disebabkan karena pasar tengah menunggu pidato Ketua The Fed akhir pekan ini.

“Pelaku pasar sedang menanti arah kebijakan moneter The Fed ke depan dalam simposium itu,” ujar Kepala Riset NH Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Lebih lanjut, analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menjelaskan bahwa kebijakan amnesti pajak menjaga harapan pasar dan membuat pergerakan mata uang rupiah relatif stabil.

“Diharapkan, dana repatriasi yang ditargetkan pemerintah dapat tercapai sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan ,” ujarnya.

Loading...