Sempat Populer, Kini Harga Bunga Kamboja Merosot Tajam

Jembrana – Bunga Kamboja alias bunga jepun memang selama ini hampir selalu ada dalam setiap acara adat di Bali. Beberapa tahun lalu, bunga kamboja kabarnya sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Dulu sekitar dua tahun lalu, harga bunga jepun per kilonya mencapai Rp 120.000. Harga ini bertahan sampai enam bulan,” ungkap Jembrana, Dewa Ayu Mulyawati.

Menurutnya, bunga kamboja banyak dicari karena dipakai sebagai kosmetik, wangi, hingga dupa. Karena manfaatnya segudang, bunga kamboja pun bisa diekspos sampai ke . “Saat itu banyak warga yang menanam bunga kamboja di pekarangan. Bahkan ada yang berani mengontrak lahan menanam kamboja karena harganya yang sangat mahal,” kata Mulyawati.

Namun lama kelamaan harga bunga kamboja mengalami penurunan dari Rp 120 ribu per kg menjadi Rp 50 ribu dalam waktu setahun. Kemudian hingga ke harga Rp 10 ribuan per kilogram. Sejak bulan Mei lalu bunga kamboja kurang laku di pasaran.

“Tapi saya tetap mengumpulkan bunga jepun yang rontok dari pohonnya tiap hari. Bahkan saya sampai punya 40 karung ukuran 100 kg bunga jepun kering. Itu saya kumpulkan selama enam bulan belakangan ini,” kata Mulyawati.

Namun Mulyawati mengatakan jika kini popularitas bunga kamboja perlahan mulai naik meski hanya dihargai sekitar Rp 5.000/kg. Walaupun tampak sederhana, ternyata mengumpulkan 1 kg kamboja kering butuh waktu yang lama, sebab bunga kamboja yang dikumpulkan harus berasal dari yang jatuh secara alami dari pohonnya, bukan dipetik langsung.

“Yang lama adalah pengeringan karena memanfaatkan sinar matahari,” kata pengumpul bunga kamboja di Kramat, Pekalongan, bernama Sudirman.

Loading...