Sempat Perkasa, Rupiah Ditutup Berbalik Melemah Tipis 8 Poin

www.kompasiana.com

Setelah sempat menguat pada awal perdagangan, kurs rupiah (11/2) ditutup berbalik . Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda berada di level Rp13.463 per dolar AS, 8 poin atau 0,06 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.455 per dolar AS.

Sebenarnya, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan mantap, menguat 65 poin atau 0,48 persen ke Rp13.390 per dolar AS. Siang harinya pukul 13.19 WIB, mata uang Garuda kembali terapresiasi 34 poin ke Rp13.421 per dolar AS saat indeks dolar AS melemah 0,18 persen ke 95,715.

Laporan senada diwartakan . Pada pukul 15.59 WIB, rupiah berada di level Rp13.475 per dolar AS, turun 20 poin atau 0,22 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.445 per dolar AS.

Menurut Ekonom Mizuho Bank Ltd, Vishnu Varathan, rupiah memang sempat mengalami penguatan karena didorong pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Janet Yellen, tentang penundaan rencana kenaikan suku bunga acuan . Penguatan ini juga berlaku untuk mata uang negara lainnya.

“Pernyataan Yellen ini menekan kemungkinan kenaikan suku bunga jangka pendek,” ujar Vishnu. “Ini tampaknya menjadi pendorong utama (penguatan).”

Namun ditambahkan Vishnu, reli itu tidak cukup kuat. “Tes kekuatan uang akan terlihat ketika pasar Cina dibuka kembali pada Senin mendatang usai liburan Imlek,” sambungnya.

Di sisi lain, optimistis bahwa nilai tukar rupiah akan stabil pada semester pertama 2016, dan berlanjut menguat pada semester kedua. “Nilai tukar itu kurang lebih Rp13.300 hingga Rp13.700 per dolar AS. Sebenarnya ini masih efektif, justru lebih mengarah ke fundamentalnya,” ujar Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo.

Loading...