Sempat Naik, Kini Harga Ikan Nila Di Pasaran Berangsur Turun

harga, ikan, nila, di, pasaran, 2018, awal, tahun, kota, jambi, pasar, angso, duo, berangsur, turun, dan, mulai, stabil, talang, banjar, pedagang, pemasok, jauh, cuaca, buruk, sering, hujan, naik, per, kilogram, kgIlustrasi: ikan nila (urbanina.com)

nila terkenal dengan rasanya yang nikmat dalam berbagai olahan. Ternyata, bukan hanya nikmat, nila juga memiliki banyak manfaat. Di antaranya, terdapat kandungan protein, sumber vitamin, dan mineral, serta rendah kalori. Seluruhnya menjadikan nila baik dikonsumsi untuk kesehatan tulang dan melawan penuaan dini.

Kandungan kalsium dan fosfor pada ikan nila dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Selain itu, ikan nila juga membantu dalam regenerasi sel tulang. Ikan nila juga mengandung selenium dan antioksidan yang bisa melawan dan mengobati yang terkait dengan jantung.

Tidak hanya itu, selenium pada ikan nila juga membantu mengurangi aktivitas radikal bebas pada tubuh, dan menghambat mutasi sel sehat menjadi kanker. Ikan tersebut juga bisa meningkatkan otak, karena kandungan lemak omega 3, sehingga dapat meningkatkan neurologis.

Ditambah lagi, ikan nila juga mengandung selenium yang dapat melindungi otak dari berbagai penyakit seperti Alzheimer, Parkinson dan epilepsi. Oleh sebab itu, ikan nila sering dijadikan olahan oleh masyarakat.

Ikan nila termasuk ikan yang mudah ditemukan di pasar, Giant, Superindo, Hypermart, dan lainnya. Pada awal tahun 2018 ini, ikan nila di pasaran sempat mengalami kenaikan.

Seperti yang terjadi di Kota Jambi. Di Pasar Angso Duo, ikan nila harganya sempat naik, walaupun tidak drastis. Hal tersebut disebabkan karena lokasi pemasok yang jauh, dan kondisi cuaca yang sering hujan.

“Kalau sekarang ini mahal, wajar saja, karena memang sekarang kita ambilnya jauh. Lagipula, sekarang musim hujan, kan?” kata Reno, salah seorang di pasar tersebut.

Tetapi, kini, harganya berangsur turun dan mulai stabil. “Sekarang ini Rp 32 ribu, ada juga yang jual Rp 35 ribu. Sekitar itulah harganya,” tambahnya.

Reno juga mengatakan bahwa beberapa waktu terakhir, pasar ikan tidak seramai dulu. Hal itu disebabkan karena sebagian pedagang, khususnya agen dan sub agen sudah direlokasi ke pasar induk.

Sementara itu, di Pasar Talang Banjar, Jambi, selain ayam, ikan nila juga sempat mengalami kenaikan harga. Biasanya sekitar Rp 25 ribu-28 ribu. Namun, beberapa hari lalu bisa mencapai harga Rp 40 ribu per kilogram (kg).

“Hari ini harganya turun, berkisar antara Rp 32 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram (kg). Kalau kemarin, ya, bisa sampai Rp 38 ribu, tetapi bisa saja besok naik. Harganya tidak menentu,” ujar Agus, pedagang ikan di Pasar Talang Banjar.

Agus menjelaskan, harga yang tidak stabil, bukan hanya berlaku untuk ikan nila saja, tetapi juga ikan patin dan ikan es. Hal itu disebabkan karena kurangnya pasokan dari agen dan juga cuaca yang sedang buruk.

Loading...