Sempat Jenuh, Dolar AS kembali Taklukkan Rupiah

Jakarta – ditutup 0,06% atau 8 poin di level Rp 13.648/ pada penghujung perdagangan Selasa. Mulanya, dibuka menguat tipis 10 poin (0,07%) di level Rp 13.630 pada awal perdagangan sesi pertama (31/5).

Sepanjang perdagangan hari ini, Sentimen penekan masih membayangi Rupiah. Namun, sinyal jenuh penguatan Indeks AS mulai menampakkan diri, ditandai dengan penguatan tipis AS hingga pergerakannya yang terpantau stagnan.

“Hari ini tekanan pelemahan Rupiah berpeluang tertahan melihat penguatan Dollar index yang sudah jenuh,” ungkap Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia dalam riset, Selasa (31/5).

Saat ini, Dolar AS memang masih bertahan di level tinggi meski tak menanjak secara signifikan. Harapan kenaikan target fed fund rate (FFR) masih kuat, terlebih setelah James Bullard (Presiden The Fed St. Louis) mengatakan bahwa pasar global telah siap menghadapi kenaikan Fed Fund Rate (FFR) di musim panas mendatang.

minyak pun masih dengan masih menyimpan potensi penguatan jelang pertemuan di Vienna, Austria, Kamis depan (2/6).

Keyakinan para analis, akan kembali merengkuh tren penguatan jika BoJ tidak segera mengambil langkah-langkah pelonggaran untuk menyelamatkan dari pelemahan. Selain itu, data upah tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat depan juga dapat kembali memicu spekulasi.

Loading...