Sempat Jatuh ke Level Terendah 2018, Harga Bitcoin Kini Berangsur Pulih ke Level $ 6.000

Bitcoin - www.bitcoinisle.comBitcoin - www.bitcoinisle.com

bitcoin di bawah level 6.000 pada Jumat (22/6) kemarin. Angka tersebut sekaligus mencatatkan level terendah baru dari Bitcoin untuk tahun 2018 ini. Berdasarkan CoinDesk’s Bitcoin Price Index (BPI), bitcoin menjadi USD 5938,18 pada 21.51 UTC, melewati level terendah sebelumnya di angka USD 5.947 pada (6/2) lalu. Sejak awal perdagangan hari Jumat kemarin, harga bitcoin telah menurun lebih dari USD 700 dengan pangsa hanya USD 102 miliar yang juga level terendah tahun ini.

Sementara itu, hari ini, Sabtu (23/6), harga bitcoin naik tipis 0,77% ke level USD 6.100,53 atau sekitar Rp 86 jutaan setelah dibuka di posisi USD 6.053,90. Sepanjang hari ini BTC telah bergerak di angka USD 6.049,17 hingga USD 6.164,46 dengan pangsa pasar sebesar USD 104 miliar. Menurut Omkar Godbole dari CoinDesk pada Jumat lalu, grafik teknis sebelumnya menunjukkan potensi penurunan harga bitcoin di bawah USD 6.000.

Harga bitcoin sendiri diketahui anjlok sekitar 9% belum lama ini setelah mengalami pukulan besar lewat serangan yang menimpa bursa Korea Selatan Bithumb dan CoinRail yang merupakan dua bursa terbesar di Asia Selatan.

Sementara itu, bursa pertukaran crypto terbesar di Jepang, bitFlyer diperintahkan oleh Badan Jasa Jepang untuk menangguhkan pembuatan akun baru sementara mereka melakukan perbaikan, terutama dalam upaya untuk menghentikan praktik pencucian uang dan pendanaan teroris.

“Manajemen kami dan semua karyawan bersatu dalam pemahaman kami tentang seberapa serius masalah ini, serta seberapa serius kami dalam menanggapi mereka. Untuk memaksimalkan upaya kami dalam membangun yang sesuai dan memperbaiki masalah yang diidentifikasi, kami sementara menangguhkan pembuatan akun untuk pelanggan baru atas kemauan kami sendiri,” demikian bunyi pernyataan bitFlyer, seperti dilansir Express.

Penurunan harga juga terjadi akibat peringatan oleh desainer dari kripto saingan yang mengatakan pada untuk hanya menanamkan uang mereka ke bitcoin hanya apabila mereka siap untuk kehilangan.

“Ada banyak aktor di sini yang telah membeli sejumlah besar Bitcoin dan mereka tidak tahu dari mana mereka mendapatkannya. Jika spekulasi naik dan orang ingin membeli, maka tidak ada sirkulasi. Jadi apa yang beredar itu terbatas. Orang-orang berbalik dan menawar lebih banyak dan lebih banyak lagi,” kata Cassius Kiani, Perancang Produk dan Mitra di AtlasNeue.

Loading...