Sempat Jatuh di Bawah $ 8.000, Bitcoin Diprediksi Makin Jauh dari Level $ 10.000

Bitcoin - www.cnet.comBitcoin - www.cnet.com

Pada hari ini, Sabtu (19/5), berada di level USD 8.190,84 atau sekitar Rp 115 jutaan, turun 0,61 persen setelah dibuka pada posisi USD 8.240,73. Sepanjang hari ini bergerak pada kisaran USD 8.182,40 hingga USD 8.252,79. Jumat (18/5) kemarin merosot ke angka USD 7.930 dan perkiraan untuk mencapai level USD 10.000 tampaknya semakin memudar. dilaporkan belum pernah merosot hingga ke bawah level USD 8.000 sejak pertengahan April 2018 lalu.

Meski demikian, dunia cryptocurrency tampaknya mulai mendapat angin segar. Pasalnya pendekatan yang selama ini dikenal keras terhadap mata uang virtual mulai melunak setelah berita bahwa Pusat Informasi milik , bagian dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi di Beijing mulai memeringkatkan kekuatan dan potensi masa depan dari teknologi blockchain yang mendasari Bitcoin, Etherum, Steem, dan Lisk.

Walaupun harga Bitcoin masih belum merespons sentimen tersebut, namun para ahli yakin bahwa langkah China yang mulai menentukan peringkat teknologi blockchain yang mendasari kripto adalah pertanda bahwa China mulai terbuka terhadap Bitcoin dan kawan-kawannya.

“Alasan mengapa itu penting ada dua, pertama itu membuat jelas bahwa besar seperti China secara terbuka mempertimbangkan teknologi blockchain untuk meningkatkan produktivitas. Kedua, itu melonggarkan pandangan bahwa pemerintah China secara terbuka melawan cryptocurrency dan penggunaannya,” kata Daniele Bianchi, Asisten Profesor Keuangan di Warwick Business School, seperti dilansir Express.

Sementara itu, Kevin Murcko, CEO bursa pertukaran CoinMetro berpendapat bahwa posisi China dalam dunia crypto berubah atas kesadaran bahwa sebagai kekuatan super ekonomi global, China juga merasa harus menjadi pelopor di era ekonomi . Murcko juga menuturkan, pesan China pada Bitcoin tampak beragam karena bagaimanapun China melihat crypto sebagai ancaman terhadap stabilitas keuangannya.

“Meski demikian, China ingin menjadi pelopor terdepan dalam era ekonomi digital, dan sebagai bangsa yang siap untuk Fourth Industrial Revolution, ia melihat cryptocurrency dan blockchain sebagai gamer-changer ekonomi,” sambungnya.

Dengan adanya penilaian terhadap teknologi blockchain tersebut, Murcko berpendapat jika ini adalah upaya pemerintah China untuk mengidentifikasi proyek-proyek blockchain yang berguna. Daftar tersebut juga diperkirakan akan berfungsi sebagai panduan untuk pemerintah, perusahaan, dan lembaga penelitian.

Loading...