Sempat Dipatok Harga Rp 77 Ribuan, Beras Maknyus 5 Kg Kini Sulit Ditemui di Pasaran

Beras Maknyus 5 Kg Kini Sulit Ditemui di Pasaran

Sejak PT Indo Unggul (IBU) tersandung masalah terkait dugaan kecurangan dalam kegiatan beli beras, beras merek Maknyuss di sejumlah supermarket pun terpaksa ditarik dari peredaran. Penghentian penjualan beras Maknyus sudah berlangsung dari akhir bulan Juli 2017 lalu.

“Kami hentikan dulu penjualannya sampai situasinya mulai membaik. Kalau sekarang stoknya sudah tidak ada,” kata Anto, penanggung jawab di Supermarket Mama, Pekanbaru, akhir Juli lalu, seperti dilansir Metrotvnews.

Sebelum tersandung kasus tersebut, penjualan beras Maknyuss di Pekanbaru terbilang lancar. Walaupun harganya relatif mahal dibandingkan beras pada umumnya, tetap ada saja yang membeli beras Maknyus. Beras Maknyuss ukuran 5 kg sendiri di Pekanbaru dengan harga Rp 70 ribu. “Sejak beras Maknyuss ramai diberitakan , masih ada satu, dua warga datang membeli. Kalau sekarang kami stop dulu sampai situasinya membaik,” tegas Anto.

Senada, Supermarket Ion di Pekanbaru juga terpaksa tak lagi menjual beras Maknyuss setelah beras PT IBU ini ramai diberitakan di sejumlah media. “Bos kami minta stop dulu sementara. Sudah hampir sepekan lebih kami tak menjual Maknyuss. Meski demikian, masih ada beberapa warga yang nyari dan menanyakan berasnya,” kata salah seorang karyawan Ion.

Selain di supermarket, beras Maknyus di beberapa mini market seperti Alfamart dan Indomaret juga sudah ditarik dari rak barang. “Kami sementara tak menjual Maknyuss. Barang (beras Maknyuss) yang ada kami kembalikan ke gudang. Dikembalikan sejak berita tentang beras ini ramai diberitakan di media,” ucap Teguh, karyawan Indomaret.

Di Alfamart dan Indomaret Pekanbaru, harga beras Maknyus ukuran 5 kilogram sekitar Rp 77 ribuan. Sementara itu, di Transmart Maguwo Sleman, harga beras Maknyuss sekitar Rp 67 ribu per 5 kg. Keberadaan beras Maknyus di sejumlah pedagang yang ada di pasar pun juga mulai sulit ditemukan. Kalaupun ada yang menjual, biasanya stoknya pun relatif terbatas. “Stok kami tidak banyak. Hanya tinggal beberapa karung saja, itupun ukuran 5 kilogram,” ujar Isna, salah satu pemilik sembako di Pasar Kodim beberapa waktu lalu.

Loading...