Sempat Didemo, Manajemen Go-Jek Terapkan Tarif Baru di Jogja

Go-Jek - suryamalang.tribunnews.com

Yogyakarta – Selain beroperasi di Jabodetabek, berbasis , juga sudah merambah hingga ke Kota Yogya. Namun pada Agustus 2016 lalu para pengemudi Yogyakarta melakukan aksi unjuk rasa terhadap manajemen karena telah menurunkan Go-Ride.

Tarif baru tersebut dianggap terlalu memberatkan karena lebih murah. “Penurunan tarif dari Rp 15 ribu menjadi Rp 8 ribu sangat memberatkan. Jika sehari seorang (pengemudi) Gojek dapat order 10 hingga 12 kali, maka uang yang didapat hanya sekitar Rp 80 ribu. Itu belum dipotong BBM dan biaya perawatan kendaraan,” ujar Aditya Wibowo, koordinator aksi demo driver Go-Jek Jogja.

Sementara itu pihak manajemen juga dianggap tak melakukan sosialisasi terlebih dahulu terkait penurunan tarif, sehingga para pengemudi ojek online ini pun cukup terkejut. “Kita berharap manajemen meninjau ulang keputusan tersebut,” katanya.

Selain menuntut soal tarif, para pengemudi Go-Jek juga mengeluhkan perubahan aplikasi dari yang sebelumnya memakai seri 100 menjadi 101. Perubahan aplikasi tersebut membuat para driver Go-Jek sempat berhenti beroperasi di Yogya dan kini sudah kembali beroperasi setelah keluhan mereka didengar oleh pihak manajemen.

“Kami menilai aplikasi baru sudah jauh lebih baik karena sebelumnya performa yang sampai 70 persen diturunkan menjadi 30 persen. Itulah yang mendasari alasan kami akhirnya menyatakan menyudahi mogok operasional sejak 15 Agustus lalu,” jelasnya.

Terkait tarif Go-Jek terbaru di Yogya kini juga sudah mencapai kesepakatan. “Di bawah 6 km tarif Rp 8 ribu dan setiap lebih 1 km akan ditambahkan Rp 2 ribu, kami nilai sudah lebih baik tidak terlalu timpang dari yang versi 98,” tandasnya. Pada saat non rush hour (bukan jam sibuk) tarif untuk perjalanan lebih dari 2 km adalah Rp 2.000 km dengan minimum tarif Rp 4.000.

Loading...