Sempat Bangkit, Rupiah Kini Melemah Lagi

Janet Yellen - Federal Reserve (20/3) ditransaksikan melemah pada sesi pembukaan perdagangan antar bank lokal di Jakarta. Rupiah bergerak melemah sejauh 23 poin hingga berhenti pada posisi Rp 13.058 perDolarnya , lebih rendah dibandingkan posisi pada sesi penutupan sebelumnya di posisi Rp 13.035 perDolar Amerika. “Pernyataan Gubernur , Janet Yellen yang belum akan menaikkan ternyata (efeknya) tidak bertahan lama, (karena) AS kembali mengalami apresiasi setelah terkoreksi kemarin (Kamis, 19/3),” ujar Rangga Cipta, Ahli Ekonomi Samuel Sekuritas saat ditemui di Jakarta pagi ini (20/3).
Rangga juga menambahkan bahwa pengumuman lembaga dana moneter internasional (IMF) yang berencana memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia sepanjang menjadi 5,2% dinilai juga akan menambah sentimen negatif terhadap Rupiah dan IHSG. Rangga menjelaskan, meski beberapa data ekonomi Amerika menunjukkan hasil yang buruk seperti klaim asuransi pengangguran serta indeks manufaktur yang kurang memuaskan, namun minat investor terhadap aset Dolar Amerika masih cukup besar. “Penguatan Dolar diperkirakan akan kembali (terlihat) di perdagangan ,” ungkapnya.
Sementara di pihak lain, Lukman Leong selaku Analis PT Platon Niaga Berjangka menuturkan bahwa sikap yang tetap fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dengan mengeluarkan beberapa kebijakan terkait akan membantu menopang secara mendasar. “Dalam waktu dekat akan menerbitkan paket kebijakan ekonomi untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan dan jasa. (Secara fundamental) membaiknya kinerja neraca perdagangan Indonesia akan menopang Rupiah,” ujar Lukman.

Loading...