Sempat Anjlok ke Level Terendah $ 167, Harga Ethereum Berhasil Bangkit di Atas $ 200

hari ini, Minggu (23/9), harga ethereum turun tipis 1,05 persen ke level USD 238,27 atau sekitar Rp 3,53 jutaan apabila dikonversikan ke dalam rupiah - www.coindesk.com

Sejak 6 bulan terakhir, telah berada di pasar bearish dengan penurunan cukup signifikan dari puncak 800 hingga di bawah level 200 dalam hitungan bulan. Akan tetapi selama beberapa hari terakhir telah berhasil meningkatkan posisinya untuk mencapai di kisaran USD 230.

Pada hari ini, Minggu (23/9), harga ethereum turun tipis 1,05 persen ke level USD 238,27 atau sekitar Rp 3,53 jutaan per 1 ETH apabila dikonversikan ke dalam rupiah, setelah dibuka pada posisi Rp 240,81. Sepanjang perdagangan hari ini, ETH telah diperdagangkan pada kisaran USD 237,86 hingga USD 240,89 dengan pangsa pasar sebesar USD 24,33 miliar.

Lantas apa yang sebenarnya menyebabkan kemerosotan pada ethereum? Salah satu faktor yang ditengarai menjadi penyebabnya adalah karena dilepasnya ethereum ke pasar telah mengganggu perdagangan dan menyebabkan nilainya menurun. Pada kasus ethereum ini harga anjlok cukup drastis akibat dumping initial coin offering (ICO) dari ETH yang mereka miliki di pasar untuk mendanai mereka.

“Alasan kedua untuk harga Ethereum adalah dari masalah jaringan dalam mengendalikan ekologinya dan menyesuaikannya dengan upgrade untuk mencapai kesempurnaan,” demikian seperti dilansir Ethereumworldnews. Misalnya saja jaringan telah mengalami kecepatan pemrosesan yang lambat untuk data panjang, dapat menyebabkan beban kerja dari transaksi yang belum dikonfirmasi sebanyak 80.000. Hal ini tentunya indikasi yang buruk untuk kripto yang posisinya nomor 2 terpopuler setelah .

Bahkan menurut laporan dari Smartereum, digital ini telah menguji posisi rendah sebesar USD 167, yang merupakan level terendah yang pernah diuji sejak September tahun lalu. Sang kreator ETH, Vitalik Buterin pun mengambil langkah cepat terkait proyek blockchain dan memperkenalkan Ethereum (ETH) 2.0 yang merupakan versi baru dari Ethereum (ETH) dengan banyak peningkatan dan pengembangan dari generasi sebelumnya.

Tak lama setelah Buterin mengenalkan ETH versi anyar, ia juga mengungkapkan klien resmi baru Ethereum 2.0. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Twitter resminya. Klien baru untuk Ethereum 2.0 adalah Lighthouse – klien open source ETH 2.0 yang ditulis dalam Rustlighthouse.sigmaprime.io/update-00.html.

Proyek bernama Lighthouse tersebut dikhususkan dalam sharding dan Proof of Stake Protocol. Pihak perusahaan mengatakan bahwa mereka yakin akan menerapkan proyek tersebut untuk membantu merealisasikannya.

Loading...