Semangat Kemerdekaan, Rupiah Menguat di Selasa Pagi

Rupiah - www.cnnindonesia.comRupiah - www.cnnindonesia.com

JAKARTA – Semangat kemerdekaan agaknya merembet ke pergerakan pada Selasa (18/8) pagi. Menurut data Index, Garuda terpantau menguat 45 poin atau 0,30% ke level Rp14.750 per dolar AS pada pukul 09.01 WIB. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 20 poin atau 0,14% di posisi Rp14.795 per dolar AS pada akhir pekan (14/8) kemarin.

“Namun, perlu mewaspadai adanya tekanan pada rupiah pekan ini, seiring dengan banyaknya katalis negatif yang siap menyerang pergerakan mata uang Garuda,” tutur Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, seperti disalin dari Bisnis. “Dari luar negeri, sentimen negatif bisa berasal dari kontraksi pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal kedua dan ketegangan hubungan antara AS dan China yang terus memanas dalam beberapa hari terakhir.”

Selain itu, sambung Ariston, rencana stimulus AS tahap kedua yang masih mengalami deadlock, sehingga peluncurannya tertunda. Padahal, sentiment itu dinantikan pasar untuk mendorong penguatan mata uang berkembang. “Sementara, dari dalam negeri, padatnya agenda ekonomi pada pekan ini dapat menjadi penggerak pasar,” tambah Ariston.

Hampir senada, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, menjelaskan bahwa kendati nota RAPBN 2021 menjadi katalis positif pada akhir pekan, rupiah diperkirakan masih belum akan lepas dari jeratan zona merah pada minggu ini. Perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta seiring dengan masih tingginya kasus positif baru, menjadi sentimen utama pasar yang akan menekan pergerakan nilai tukar rupiah.

“Perpanjangan PSBB masa transisi di DKI Jakarta mengakibatkan arus modal asing kembali keluar dari pasar dalam negeri dan ini sangat disayangkan. Walaupun Bank Indonesia sudah berusaha untuk menstabilkan rupiah dari menurunkan suku bunga, intervensi di pasar valas, obligasi dan SUN di perdagangan DNDF,” tutur Ibrahim. “Pada hari ini, spot mungkin akan masih melemah di kisaran Rp14.750 hingga Rp14.850 per dolar AS.”

Loading...