Semakin Langka, PBB Tetapkan 2 Mei Sebagai Hari Tuna Sedunia

Banyaknya spesies tuna yang terancam punah karena berjuang untuk bertahan hidup membuat Majelis Umum sepakat pada Rabu (7/12) kemarin untuk menetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Tuna untuk meningkatkan kesadaran akan tuna dan ancaman yang dihadapi bagi keberlanjutan .

“Ada banyak kail dan jaring yang tersebar di lautan untuk menangkap tuna dibanding jenis ikan lainnya,” ujar Caleb Otto, perwakilan negara Kepulauan Pasifik, Palau kepada PBB dalam sambutannya.

Setidaknya 2,5 juta ton hasil tangkapan tuna global diatur untuk pengalengan tiap tahun, dan diperkirakan 256 juta dikonsumsi dengan nilai 7,5 miliar. Mencatat bahwa terdapat tantangan serius untuk kelangsungan hidup jangka panjang tuna, Otto menambahkan bahwa untuk memastikan keberlangsungan hidup jangka panjang tuna maka diperlukan ketersediaan pangan yang cukup, mata pencaharian, serta dari banyak negara di dunia.

Resolusi tersebut mencapai konsensus dan memiliki lebih dari 90 negara anggota yang menyetujuinya, termasuk 2 pemimpin ikan tuna, yakni Indonesia dan Jepang. “Ini mendorong PBB untuk secara resmi mengakui pentingnya tuna secara ,” ujar Amanda Nickson, Direktur Konservasi Tuna Global pada Pew Charitable Trusts.

Dari sekian banyak spesies tuna yang terancam, kemungkinan tidak ada yang lebih berisiko daripada jenis Tuna Sirip Biru Pasifik (Pacific Bluefin) yang populasinya telah menurun hingga 97%. Menurut organisasi perikanan regional, Western and Central Pacific Fisheries, sangat penting untuk memastikan bahwa populasi tuna sehat dan berkelanjutan dengan menerapkan kebijakan konservasi berbasis ilmu pengetahuan serta mengatur spesies yang langka.

Loading...