Semakin Anjlok, Harga Singkong Oktober 2016 di Lampung Hanya Rp 500/Kg

Lampung – Sebagai penghasil singkong utama di , nasib para singkong (ubi kayu) di Provinsi Lampung justru semakin tak menentu. Pasalnya, singkong di Lampung terus . Petani singkong di Lampung mengeluh karena harga singkong yang terus dan mengakibatkan hasil panen tak dapat menutup seluruh produksi yang dikeluarkan.

“Mau bagaimana lagi kami ini, kalau harga singkong makin anjlok seperti sekarang ini,” kata Jumli Usman, salah satu petani singkong di Kabupaten Tulangbawang, Lampung. Jika keadaan terus seperti ini, mereka akan merugi dan terancam bangkrut.

Padahal beberapa waktu lalu petani singkong di sana sempat menikmati harga singkong di atas Rp 1.000/kg. Namun bulan Oktober lalu harga singkong lokal anjlok 50% dari Rp 1.200 per kg menjadi Rp 600 per kg, bahkan ada juga yang hanya dihargai Rp 500 per kg.

Padahal harga yang semestinya diterima oleh petani setidaknya Rp 800/kg supaya petani tidak menderita kerugian. Oleh sebab itu petani singkong meminta untuk memberikan bantuan. “Kalau sudah begini, sebaiknya segera turun tangan, jangan diam saja melihat nasib petani singkong seperti kami ini yang kian terpuruk,” ungkap Jumli.

Sementara itu pemerintah Provinsi Lampung mengaku telah mengirim surat ke presiden untuk meminta bantuan akan permasalahan ini. “ sudah kirim surat ke presiden, agar mempertimbangkan lagi impor singkong ke Lampung,” kata Plt Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono.

Menurut Sutono, produk pertanian unggulan Lampung salah satunya adalah singkong. Bahkan singkong sempat menjadi produksi terbesar di Indonesia tahun 2013 lalu. Kini luas lahan perkebunan singkong mencapai 366.830 hektar, nyaris menyamai luas lahan padi di Lampung sekitar 447.374 hektar.

Produksi singkong di Lampung mencapai lebih dari 8 juta ton per tahun. Bila harga jualnya turun drastis, maka petani singkong di Lampung telah merugi lebih dari Rp 4 triliun. “Sekarang ini petani singkong di Lampung sudah kehilangan Rp 4 triliun gara-gara harga singkong Rp 500 per kg,” ucapnya.

Loading...