Seluruh Mata Uang Asia ditutup melemah, termasuk Rupiah

Rupiah-DollarSore ini (4/5), seluruh mata uang Asia ditutup melemah pada perdagangan di sesi akhir. Aadal Ringgit dan yang terdepresiasi paling parah. Dari 11 mata uang yang dipantau oleh Indeks , ada 10 mata uang Asia yang terdepresiasi, sedangkan 1 mata uang yaitu India tidak diperdagangkan. Ringgit melemah paling tajam yaitu sejauh 0,68%, kemudiandiikuti oleh Rupiah yang turun sebanyak 0,30% ke Rp 12.987 perDolarnya. Mata uang Asia yang tercatat melemah paling tipis adalan dan Dolar Hong Kong yang keduanya mengalami pelemahan sebesar 0,01%.

Rupiah sendiri ditutup melemah sebesar 32 basis poin setelah sempat menembus level 13.000 di sesi pembukaan pagi tadi. Rupiah bergeser ke posisi Rp 12.992 setelah kemarin ditutup pada posisi Rp 12.960 perDolar Amerika. “Data inflasi (di bulan) April sebesar 0,36% atau masih di kisaran stabil belum dapat menopang mata uang Rupiah untuk bergerak ke area positif. (Gerakan) pelemahan mata uang Rupiah dikarenakan pelaku pasar lebih memilih untuk wait and see terhadap rilisan data Domestik Bruto (PDB) kuartal I tahun 2015 yang akan dirilis pada pekan ini,” kata Rully Nova, Pengamat Pasar Uang Himpunan Bank Saudara.

Menurut Rully, tren negatif Rupiah selama beberapa hari terakhir ini merefleksikan ekspektasi PDB kuartal I 2015 yang diperkirakan lebih rendah dibandingkan kuartal terakhir tahun 2014 lalu yang mencapai 5,01% persen. Selain itu, adanya ekspektasi bahwa akan menaikkan (Fed fund rate) pada tahun ini masih membuat para pelaku pasar khawatir terhadap aset mata uang berisiko seperti Rupiah. “Sentimen masih akan terus membayangi pasar uang berisiko selama belum ada kepastian waktu kenaikan suku bunga AS,” ujar Rully.

Loading...