Selasa Sore, Rupiah Tetap Naik Saat Dolar Bangkit

Rupiah - republika.co.idRupiah - republika.co.id

JAKARTA – berhasil mempertahankan posisi di teritori hijau pada Selasa (26/3) sore, meski indeks mampu bangkit karena didukung kenaikan imbal hasil Treasury AS. Menurut paparan Index pada pukul 15.52 WIB, Garuda terpantau menguat 12 poin atau 0,09% ke level Rp14.173 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.171 per dolar AS, melonjak 52 poin atau 0,36% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.223 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang juga kompak perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,20% dialami won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS berhasil bangkit, termasuk terhadap yen Jepang, pada hari Selasa, didukung rebound yang dialami imbal hasil Treasury AS dari posisi terendah 15 bulan, karena investor menilai kembali risiko perlambatan ekonomi . Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,019 poin atau 0,02% ke level 96,585 pada pukul 15.47 WIB.

“Greenback telah mengikuti pergerakan yield AS. Tetapi, tren mungkin telah berjalan dengan sendirinya, dengan sedikit pelemahan lebih lanjut yang tampaknya tersisa untuk ,” ujar kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto, dilansir Reuters. “Saham AS juga telah melambat, dan ini telah mendukung greenback karena menunjukkan bahwa prospek ekonomi pasar tetap cukup baik, dengan The Fed bersiap untuk mengambil pendekatan yang lebih dovish.”

Dolar AS terpantau menguat 0,1% menuju level 110,065 terhadap yen Jepang, sekaligus menjauhkan diri dari posisi terendah enam minggu di level 109,70 yang terjadi pada perdagangan sebelumnya, ketika kekhawatiran perlambatan ekonomi global menekan obligasi AS. Pasar saat ini menantikan rilis data kepercayaan konsumen AS dan data perumahan, yang dapat memberikan isyarat jangka pendek untuk pasar mata uang.

Di belahan Eropa, euro terpantau stabil di level 1,1317 terhadap dolar AS, setelah sebelumnya jatuh ke posisi 1,1273 per dolar AS pada hari Senin (25/3), imbas kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi zona Benua Biru. Namun, mata uang tunggal berhasil menguat secara moderat pada Senin malam, setelah survei kepercayaan bisnis Jerman lebih kuat dari perkiraan.

Loading...