Selasa Sore, Rupiah Akhirnya Jebol ke Level Rp15.000/USD

Rupiah - www.seputarforex.comRupiah - www.seputarforex.com

JAKARTA – akhirnya harus rela terperosok menembus level psikologis Rp15.000 per AS pada Selasa (17/3) sore ketika wabah virus corona terus menggerogoti laju mata uang berkembang. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berakhir anjlok 240 poin atau 1,61% ke level Rp15.173 per AS,

Analis Bloomberg, seperti dilansir Bisnis, menyampaikan bahwa mata uang pasar berkembang menghadapi aksi jual lebih lanjut hingga 30% karena penyebaran wabah corona menyebabkan AS turun. Mata uang dari negara-negara dengan defisit neraca berjalan dan pasar yang relatif tidak likuid menjadi yang paling rentan terhadap kekuatan greenback, termasuk sejumlah negara di Amerika Latin, Afrika Selatan, , dan India.

“Penurunan rupiah kali masih digerakkan oleh sentimen yang sama, yaitu sentimen penyebaran virus corona atau Covid-19,” ujar kepala ekonom BCA, David Sumual. “Rupiah tidak melemah sendirian, tetapi juga berbarengan dengan mata uang pasar berkembang lainnya. Pelaku pasar saat ini masih cenderung menghindari aset berisiko dan berlindung ke dolar AS sebagai aset yang dianggap sebagai safe haven.”

Seperti dilansir Reuters, aset safe haven, termasuk yen Jepang, memang cenderung bergerak lebih tinggi pada hari ini, sedangkan mata uang berisiko berjuang untuk tetap bertahan karena langkah terkoordinasi oleh bank sentral gagal memadamkan keraguan investor atas penyebaran virus. Yen tadi pagi diperdagangkan di level 106,33 terhadap greenback, sedangkan mata uang Paman Sam terpantau cuma melemah tipis 0,005 poin atau 0,01% ke level 98,064 pada pukul 12.32 WIB.

Penurunan saham Wall Street dan langkah pemotongan suku bunga The Fed menggarisbawahi kekhawatiran mengenai krisis coronavirus. Beberapa analis mengatakan bahwa langkah tergesa-gesa dan bank sentral lainnya mungkin bisa menjadi bumerang karena investor takut akan kemungkinan panik di antara pembuat kebijakan.

“Bank sentral menekan pedal gas ke lantai. Namun, pergerakan mobil itu macet di sebuah rawa yang disebut coronavirus, sehingga tidak akan bergerak maju,” tutur ahli strategi pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ayako Sera. “Sampai wabah virus corona berhenti, bagi investor, sekarang saatnya untuk mengambil sikap bersabar.”

Loading...