Selasa Sore, Rupiah Rebound Ketika Krisis Turki Mereda

Rupiah - bangka.tribunnews.comRupiah - bangka.tribunnews.com

Gejolak global yang sedikit mereda akibat rebound yang menghampiri lira Turki membuat rupiah mampu membalikkan posisi pada penutupan perdagangan Selasa (14/8) ini. Menurut Bloomberg Index pukul 15.53 WIB, Garuda terpantau menguat 24 poin atau 0,16% ke level Rp14.584 per AS.

Sebelumnya, rupiah berakhir terdepresiasi 130 poin atau 0,90% di posisi Rp14.608 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (13/8) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka melemah tipis 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.615 per dolar AS. Sempat terkungkung di zona merah, spot akhirnya mampu bangkit di menit-menit akhir .

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.652 per dolar AS, anjlok 42 poin atau 0,28% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.583 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,31% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,30% menghampiri peso Filipina.

Dari pasar global, lira Turki berhasil mencatatkan rebound pada hari Selasa, setelah bank sentral setempat berjanji untuk menyediakan likuiditas sebagai respon terhadap pelemahan yang telah mengguncang pasar global. Lira pada hari ini diperdagangkan di kisaran level 6,86 hingga 6,9441 terhadap dolar AS, setelah Senin kemarin sempat melemah 10%.

“Bank sentral akan memonitor dengan ketat gejolak pasar, serta mengambil segala langkah yang dianggap perlu untuk mempertahankan stabilitas ,” demikian rilis Bank Sentral Turki. “Kami akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu, seperti menurunkan jumlah cadangan wajib perbankan komersial dan melonggarkan aturan mengenai pengelolaan likuiditas lira dan mata uang asing.”

Dilansir Reuters, pelemahan mata uang Turki hingga 18% pada akhir pekan (10/8) kemarin sempat mengguncang pasar global, memukul saham AS dan Eropa. Guncangan ini diperparah dengan seruan Presiden Tayyip Erdogan untuk menurunkan suku bunga, berkilah bahwa negaranya telah menjadi target perang AS, sambil menyangkal bahwa fundamental berada di balik penurunan lira.

Di sisi lain, indeks dolar AS bergerak melemah 0,087 poin atau 0,09% ke level pada pukul 11.47 WIB setelah kemarin sempat ditutup menguat. Pelemahan yang dialami mata uang Paman Sam tersebut salah satunya karena pasar saham Asia mencoba untuk mendapatkan kembali pijakan mereka karena guncangan dari pelemahan lira sedikit menyurut.

Loading...