Selasa Sore, Rupiah Positif Jelang Rapat Federal Reserve

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada Selasa (19/3) sore, ketika pasar menantikan jalannya rapat kebijakan yang diproyeksikan tidak akan menaikkan acuan. Menurut Index pada pukul 15.54 WIB, mata uang Garuda menguat tipis 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.232 per dolar AS.

Dari pasar global, indeks dolar AS cenderung berada di bawah tekanan pada hari Selasa, terbebani oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan beralih ke sikap yang lebih akomodatif minggu ini serta AS yang lebih lambat. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,085 poin atau 0,09% ke level 96,439 pada pukul 12.45 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dolar AS telah menurun dalam beberapa sesi terakhir, di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan mengambil sikap dovish pada pertemuan kebijakan dua hari yang akan dimulai Selasa waktu setempat. Banyak yang memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan dan tetap pada komitmen untuk bersikap ‘sabar’ terhadap kebijakan moneter.

“Sementara pasar mengharapkan sentimen yang lebih akomodatif dari pertemuan tersebut, namun pasar ekuitas tidak mungkin bereaksi positif terhadap perkembangan seperti itu,” papar kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Jika The Fed benar-benar menunjukkan pandangan suram untuk pertumbuhan dan suku bunga, maka itu juga negatif untuk ekuitas AS dan .”

Selain pertemuan kebijakan The Fed, fokus investor pada hari Selasa juga tertuju pada laporan indeks ekonomi ZEW Jerman di bulan Maret 2019, yang akan dirilis sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Ekonomi Jerman, terbesar di Eropa, nyaris tidak terhindar dari resesi pada kuartal terakhir tahun lalu, karena dampak negatif dari perselisihan perdagangan global dan Brexit yang membebani ekspansi selama satu dekade.

Loading...