Selasa Sore, Rupiah Naik Tajam Jelang Rapat The Fed

Rupiah - pekanbaru.tribunnews.comRupiah - pekanbaru.tribunnews.com

JAKARTA – Rupiah mampu melaju mulus di zona hijau sepanjang perdagangan Selasa (18/12) ini, bersamaan dengan , ketika indeks AS relatif bergerak lebih rendah jelang pertemuan Federal Reserve. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.47 WIB, Garuda menguat 79 poin atau 0,54% ke level Rp14.501 per AS.

Sementara, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.523 per , naik tajam 94 poin atau 0,64% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.617 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,68% menghampiri rupiah, disusul rupee India yang menguat 0,43%.

Dari , indeks dolar AS diperdagangkan lebih rendah pada hari Selasa, terutama di pasar Asia, setelah pasar berspekulasi bahwa kekhawatiran akan mendorong The Fed untuk memberi sinyal jeda bagi siklus pengetatan moneter. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,05 poin atau 0,05% ke level 97,050 pada pukul 11.05 WIB meski sempat dibuka di zona hijau.

Seperti diberitakan Reuters, pasar saham Asia terpukul keras setelah terjadi menyusul pelemahan di bursa Wall Street semalam setelah data yang lemah di seluruh dunia. Hal tersebut memperkuat spekulasi bahwa kenaikan suku bunga The Fed yang diperkirakan pada Rabu (19/12) waktu setempat menjadi jeda bagi pengetatan kebijakan moneter.

Pejabat senior The Fed, termasuk Gubernur Jerome Powell, baru-baru ini menjadi lebih berhati-hati tentang pandangan kebijakan yang menggarisbawahi pergeseran sentimen pasar menyusul meredanya ekspansi ekonomi dunia. Sementara proyeksi bank sentral AS bulan September menunjukkan kesediaannya untuk menaikkan suku bunga tiga kali pada 2019, pasar memprediksi hanya akan terjadi satu kenaikan pada tahun depan.

“Kami berharap kenaikan dovish oleh The Fed. Data belum cukup menggembirakan bagi bank sentral untuk tidak menaikkan (suku bunga) pada bulan Desember,” kata ahli strategi mata uang senior di NAB, Rodrigo Catril. “Fokus setelah pertemuan Desember adalah semata-mata pada bagaimana data AS mengalir. The Fed tidak akan berada dalam mode pilot otomatis lagi.”

Loading...