Selasa Sore, Rupiah Naik Saat Dolar Relatif Flat

Rupiah - kumparan.comRupiah - kumparan.com

JAKARTA – Rupiah melaju ke teritori hijau pada Selasa (19/2) sore, saat indeks AS cenderung bergerak flat seiring dengan pelemahan yang dialami oleh euro. Menurut Index pada pukul 15.59 WIB, spot menguat tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp14.103 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan berada di posisi Rp14.119 per dolar AS, terdepresiasi 13 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.106 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang kompak melemah versus , dengan penurunan terdalam sebesar 0,18% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar global, indeks dolar AS relatif bergerak stabil pada hari Selasa, kurang arah yang kuat karena pasar AS ditutup untuk liburan sehari sebelumnya, sementara penguatan euro memudar ketika fokus pasar tertuju pada kebijakan Bank Sentral Eropa. Mata uang Paman Sam terpantau hanya turun tipis 0,038 poin atau 0,04% ke level 96,866 pada pukul 10.13 WIB.

Seperti dilaporkan Reuters, penguatan euro sebelumnya didukung oleh sentimen yang membaik karena ekspektasi meredanya konflik perdagangan AS-China setelah kedua belah pihak melaporkan adanya kemajuan dalam perundingan perdagangan mereka di Beijing pada minggu lalu. Meski begitu, dolar AS, mata uang paling likuid di dunia, cenderung berkinerja baik selama serangkaian kegelisahan .

“Penguatan terbaru euro tidak didasarkan pada insentif positif tertentu untuk mata uang tersebut dan pasar kemungkinan akan kembali memperhitungkan potensi negatifnya. Euro akan tetap pada pijakan yang goyah,” papar kepala strategi valas di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Masih ada sedikit pergerakan sebelum potensi negatif menghampiri euro menjelang pertemuan ECB pada 7 Maret mendatang.”

Petinggi ECB dijadwalkan akan menggelar pertemuan pada 7 Maret. Dalam pertemuan mendatang, ECB diperkirakan akan memangkas proyeksi pertumbuhan dan inflasi karena perlambatan yang dialami zona Eropa. Di sisi lain, perubahan sikap bank sentral AS, Federal Reserve, baru-baru ini menjadi dovish diperkirakan akan memengaruhi kebijakan moneter ECB.

Loading...