Selasa Sore, Rupiah Drop Jelang Pidato Powell

Rupiah - www.konfrontasi.comRupiah - www.konfrontasi.com

JAKARTA – tidak mampu keluar dari teritori merah hingga Selasa (9/7) sore seiring dengan AS yang masih berlanjut menjelang kesaksian Jerome Powell di hadapan Kongres. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda melemah 22 poin atau 0,16% ke level Rp14.130 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan berada di posisi Rp14.129 per , menguat 18 poin atau 0,13% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.147 per . Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang justru melemah terhadap , dengan penurunan terdalam sebesar 0,24% dialami rupee India.

Dari global, indeks dolar AS diperdagangkan mendekati level tertinggi tiga minggu terhadap rekan-rekan utama pada hari Selasa, karena investor menurunkan ekspektasi pada pemotongan AS menjelang kesaksian Gubernur The Fed, Jerome Powell, kepada Kongres. Mata uang Paman Sam terpantau naik tipis 0,034 poin atau 0,03% ke level 97,418 pada pukul 13.18 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, komentar Jerome Powell dalam kesaksian dua hari di depan Kongres yang dimulai Rabu (10/7) waktu setempat menjadi fokus investor. Mereka akan mencari petunjuk apakah nantinya akan terus mengurangi ekspektasi untuk pemotongan suku bunga yang agresif, yang dapat membantu greenback untuk melanjutkan rebound.

“Ada terlalu banyak pembelian dolar AS sebelum kesaksian Jerome Powell,” ujar ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki. “Sekarang, orang benar-benar mulai mempertanyakan mengapa ada harapan untuk pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin. Orang-orang yang menjual dolar AS sekitar 107 yen mulai merugi.”

Rebound tajam dalam pertumbuhan tenaga kerja AS pada Juni mengurangi harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga mereka pada akhir Juli. Sepekan lalu, pasar memperkirakan peluang 80,1% dari pemotongan 25 basis poin, dan peluang sebesar 19,9% untuk pengurangan 50 basis poin, menurut FedWatch dari CME Group. Saat ini peluang masing-masing mencapai 98% dan 2%.

Loading...