Selasa Sore, Rupiah Berbalik Melemah Jelang Pemilu

Rupiah dan Dolar - sindonews.comRupiah dan Dolar - sindonews.com

JAKARTA – harus berbalik ke zona merah pada Selasa (16/4) sore menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Legislatif secara serentak pada Rabu esok (17/4). Menurut catatan Index pada pukul 15.47 WIB, Garuda terpantau melemah 22 poin atau 0,16% menuju level Rp14.085 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.066 per , menguat sangat tipis 1 poin atau 0,01% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.067 per AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,25% menghampiri won Korea Selatan.

Rupiah tercatat tidak banyak bergerak menjelang pemilu, seiring dengan laju indeks dolar AS yang cenderung stagnan. Dari , bursa cenderung menguat dalam dua hari perdagangan meski investor asing mencatat penjualan bersih. Perdagangan juga cenderung sepi dengan frekuensi transaksi yang lebih rendah ketimbang pekan lalu.

Dari pasar global, gerak indeks dolar AS relatif terbatas pada hari Selasa, ketika investor menantikan tanda-tanda stabilisasi yang lebih konkret dalam ekonomi global. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,010 poin atau 0,01% ke level 96,932 pada pukul 12.25 WIB, setelah pagi hari sempat naik ke posisi 96,962 pada pukul 10.15 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dengan sebagian besar mata uang tetap berada dalam rentang perdagangan yang baik menjelang rilis data ekonomi Eropa dan China, pergerakan dolar Australia cukup setelah Reserve Bank of Australia (RBA) membiarkan pintu terbuka untuk kemungkinan pemotongan suku bunga. Bank sentral Australia percaya, pemotongan suku bunga akan ‘tepat’ jika inflasi tetap rendah dan tren pengangguran lebih tinggi.

“Gerak dolar Aussie dirusak oleh penjelasan RBA tentang mengapa pemotongan suku bunga rendah masih akan bermanfaat bagi perekonomian,” kata ahli strategi mata uang senior di Westpac di Sydney, Sean Callow. “Risalah RBA menjelaskan bahwa perubahan kebijakan bukan opsi langsung pada bulan April. Tetapi, cara untuk memotong suku bunga Agustus sudah jelas.”

Isu-isu perdagangan juga menjadi perhatian utama para investor, termasuk pembicaraan antara Menteri Ekonomi Jepang, Toshimitsu Motegi, dan Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer. Senin (15/4) malam, Motegi mengatakan kedua belah pihak telah mengonfirmasi bahwa perundingan perdagangan bilateral baru akan dilanjutkan berdasarkan pernyataan bersama kedua negara yang dikeluarkan September lalu.

Loading...