Dibuka Melemah, Rupiah Diprediksi Masih Tetap Terdepresiasi

Rupiah - www.jatengpos.comRupiah - www.jatengpos.com

JAKARTA – masih belum beranjak dari zona merah pada Selasa (2/3) pagi. Menurut laporan Index pukul 09.01 WIB, Garuda dibuka melemah 17,5 poin atau 0,12% ke level Rp14.272,5 per dolar AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 20 poin atau 0,14% di posisi Rp14.255 per dolar AS pada Senin (1/3) kemarin.

“Salah satu sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah kemarin didominasi sentimen dari luar negeri, terutama tren imbal hasil dari surat utang pemerintah AS (US Treasury) yang meningkat,” terang ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, dilansir dari Bisnis. “Kenaikan ini terjadi seiring dengan kebijakan fiskal ekspansif pemerintah AS.”

Untuk perdagangan hari ini, Yusuf memprediksi pelemahan rupiah masih akan berlanjut. Menurutnya, sentimen satu tahun pandemi Covid-19 di Indonesia akan menjadi katalis negatif bagi investor. Selain itu, data juga menunjukkan bahwa inti Februari 2021 relatif masih rendah dibandingkan tahun lalu. “Rupiah kemungkinan bergerak di kisaran Rp14.250 hingga Rp14.300 per dolar AS,” tambah Yusuf.

Hampir senada, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, juga memperkirakan rupiah masih akan terkoreksi pada hari ini, terlebih jika indeks dolar AS mampu melesat ke level di atas 91. Kalau itu terjadi, menurut Ibrahim, mata uang Garuda dapat kembali melorot ke posisi Rp14.300 per dolar AS, sekitar Rp14.305 hingga Rp14.325 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah bisa tertahan oleh program vaksinasi di Indonesia yang berjalan lancar. Rencana pemerintah yang menargetkan Indonesia bebas Covid-19 juga dianggap IMF cukup positif karena Indonesia dapat kembali bergulir dan akan sesuai dengan target,” tutur Ibrahim, dikutip dari Kontan. “Sebenarnya sentimen dari dalam negeri sudah cukup bagus, karena Indonesia yang memfokuskan vaksinasi.”

Berbanding terbalik, analisis CNBC Indonesia memperkirakan rupiah dapat berbalik menguat pada hari ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi mata uang domestik sudah terlihat di Non-Deliverable Market (NDF). Diketahui, NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot, dan karena itu, di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...