Selasa Pagi, Rupiah Terpeleset ke Zona Merah

Rupiah - beritagar.idRupiah - beritagar.id

JAKARTA – harus terpeleset ke zona merah ketika membuka Selasa (11/6) ini. Menurut catatan Index, mata uang Garuda memulai dengan melemah tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp14.254 per . Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 19 poin atau 0,13% di posisi Rp14.250 per pada akhir Senin (10/6) kemarin.

“Lembaga pemeringkat S&P pada Jumat (31/5) lalu menaikkan peringkat surat utang dari BBB- menjadi BBB dengan proyeksi (outlook stabil). Ini masih menjadi katalis positif bagi rupiah,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim. “Keputusan ini membuat makin yakin untuk berinvestasi di aset-aset berbasis rupiah, terutama obligasi, karena kemungkinan gagal bayar semakin kecil.”

Hampir senada, Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, menuturkan bahwa kenaikan grade investment Indonesia dari S&P memberikan sentimen positif untuk investor, karena investor akan mencari tempat investasi yang bagus, dan ini menjadi pendorong rupiah. Ditambah lagi, secara historis, tahun pemilu mampu memberikan sentimen positif bagi masuknya dana asing ke Tanah Air.

“Untuk jangka panjang, ekonomi diyakini masih cukup baik dan aksi beli dari investor asing masih akan berlanjut bakal menjadi sentimen positif penopang penguatan rupiah hingga akhir tahun,” ujar Lana. “Meskipun ada risiko tekanan terhadap rupiah ke depan, namun rasanya tidak akan terlalu dalam. Artinya, hanya sebatas efek aksi beli dolar AS, meski permintaan greenback untuk kebutuhan juga perlu diwaspadai.”

Sedikit berbeda, Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, memprediksi bahwa penguatan rupiah hanya akan berlangsung sementara. Mata uang Garuda dinilai memiliki kecenderungan untuk melemah terhadap dolar AS, dolar Australia, dan dolar Singapura hingga akhir tahun lantaran banyaknya tantangan ataupun sentimen yang perlu dihadapi di sisa tahun 2019.

“Kurs rupiah terhadap dolar AS masih akan tertekan seiring dengan perkembangan perang antara AS dan , ditambah lagi Presiden Donald Trump berencana untuk bertemu Presiden Xi Jinping pada akhir Juni,” katanya. “Pertimbangan lainnya adalah adanya potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.”

Loading...