Selasa Pagi, Rupiah Langsung Tancap Gas Menguat 60 Poin

Rupiah - kabarbisnis.comRupiah - kabarbisnis.com

JAKARTA – Rupiah masih sanggup melanjutkan tren pada Selasa (15/9) pagi. Menurut paparan Bloomberg Index, mata uang Garuda tancap gas dengan menguat 60 poin atau 0,4% ke level Rp14.820 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik tipis 10 poin atau 0,07% di posisi Rp14.880 per AS pada Senin (14/9) kemarin.

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, kemarin pasar sudah mendapatkan jawaban positif dari , Joko Widodo, yang pada intinya kepala diimbau untuk jangan terburu-buru dalam memutuskan menutup wilayahnya guna mencegah penyebaran COVID-19. Dengan adanya sentimen tersebut, investor memilih wait and see, menunggu dampak nyata dari pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta. “Sebab, Jakarta adalah pemain kunci terbesar dalam pembentukan PDB Indonesia,” katanya.

“Untuk perdagangan hari ini, tekanan terhadap rupiah relatif berkurang karena pelaksanaan PSBB di Jakarta tidak seketat yang diumumkan semula,” sambung Ibrahim, dilansir dari . “Dalam perdagangan hari ini, ada kemungkinan rupiah akan menguat walaupun tipis, di level Rp14.850 hingga Rp14.930 per dolar AS.”

Hampir senada, analisis CNBC Indonesia mengatakan bahwa rupiah punya peluang untuk bergerak naik melihat sentimen pasar yang membaik. Hal tersebut tercermin dari penguatan bursa saham AS (Wall Street) dan bursa utama Asia yang dibuka pagi ini. Perkembangan terbaru virus menjadi pemicu membaiknya sentimen pelaku pasar.

AstraZeneca, yang sebelumnya menghentikan uji klinis fase ketiga vaksin corona, menyatakan akan kembali memulai uji klinis di Inggris. Kemudian, Pfizer menyebut bisa menyajikan data hasil uji klinis kepada regulator pada akhir Oktober. Sementara, dari dalam negeri, Indonesia telah melakukan pendekatan dengan sejumlah perusahaan biofarmasi asing, termasuk AstraZeneca, CanSino, dan Pfizer.

Meski demikian, investor masih harus waspada lantaran rupiah masih berpotensi untuk bergerak melemah. Tanda-tanda depresiasi mata uang Garuda sendiri sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot dan karena itu kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...