Transaksi Selasa Pagi, Rupiah Rebound Jelang Pilpres AS

Rupiah - www.merdeka.comRupiah - www.merdeka.com

JAKARTA – Rupiah mampu rebound pada perdagangan Selasa (3/11) pagi ketika fokus sepenuhnya tertuju pada pemilihan presiden AS. Menurut paparan Index pada pukul 09.16 WIB, Garuda menguat 42,5 poin atau 0,29% ke level Rp14.597,5 perd dolar AS. Sebelumnya, spot harus ditutup terdepresiasi 15 poin atau 0,10% di posisi Rp14.640 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah kemarin tidak terlepas dari sentimen pelaku keuangan terhadap demonstrasi buruh menolak UU Cipta Kerja,” ujar Kepala Riset PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir dari Viva. “Sentimen negatif juga dipengaruhi kasus penularan COVID-19 yang meninggi, membuat beberapa kawasan Eropa kembali memberlakukan lockdown, yang dapat mengganggu pemulihan .”

Pada pekan lalu, jumlah kasus virus corona di Benua Biru melewati angka 10 juta kasus. Kondisi tersebut membuat beberapa negara menerapkan kembali kebijakan lockdown untuk memperlambat laju infeksi COVID-19. “Langkah penguncian yang diumumkan Inggris dan Italia menunjukkan situasi di Eropa yang memburuk,” tutur kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy. 

Sebenarnya, mata uang domestik kemarin berpotensi bergerak naik seiring data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa sepanjang Oktober 2020, Indeks Konsumen (IHK) Indonesia mengalami sebesar 0,07%. Meskipun tergolong rendah, catatan ini berhasil memutus mata rantai deflasi yang sudah berlangsung tiga bulan berturut-turut lantaran pandemi virus corona.

Untuk hari ini, Ariston melanjutkan, sentimen akan lebih banyak dipengaruhi gelaran pemilihan presiden AS. Ia menyebut, keadaan di pasar saat ini cenderung lebih mendukung kemenangan Joe Biden ketimbang Donald Trump. Dengan sentimen tersebut, dia memproyeksikan rupiah punya kecenderungan untuk bergerak konsolidasi sembari pasar menanti hasil pemilu AS yang lebih jelas.

Joe Biden sendiri kembali unggul atas Donald Trump dalam jajak pendapat terbaru yang dilakukan jelang pemilihan presiden AS. Calon dari Partai Demokrat tersebut unggul 10 poin dalam jajak pendapat yang dilakukan NBC dan Wall Street Journal. Survei terakhir ini menemukan fakta bahwa Biden unggul di depan Trump dengan 6 poin di 12 negara bagian medan pertempuran gabungan.

Loading...