Kembalikan Otot, Rupiah Terpantau Rebound Tipis pada Selasa Pagi

Rupiah - rebanas.comRupiah - rebanas.com

JAKARTA – Rupiah berusaha bangkit pada Selasa (5/5) pagi ketika terpantau terpeleset. Menurut Index, setelah dibuka melemah 15 poin atau 0,10% ke level Rp15.115 per AS, Garuda berbalik menguat 18 poin atau 0,12% ke posisi Rp15.082 per dolar AS pada pukul 09.09 WIB. Sebelumnya, spot harus berakhir drop 218 poin atau 1,47% di Rp15.100 per dolar AS pada Senin (4/5) kemarin.

“Pelemahan rupiah kemarin ditengarai imbas dari laporan IHS Markit terkait Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia di level 27,5. Level itu menjadi yang terendah sepanjang pencatatan PMI yang dimulai sejak April 2011,” tutur Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir . “Data terbaru tersebut menunjukkan kontraksi sektor manufaktur Indonesia yang semakin dalam, akibatnya ikut berpengaruh pada kinerja rupiah.”

Selain itu, laporan terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa telah terjadi inflasi yang cukup rendah di bulan April 2020, yakni cuma 0,08%. Menurut Ibrahim, rendahnya inflasi tersebut menjadi salah satu indikasi penurunan daya beli akibat banyaknya PHK serta penerapan PSBB di beberapa wilayah Indonesia.

Sementara itu, Analis Asia Valbury Futures, Lukman Leong, mengutarakan bahwa pelemahan rupiah kemarin terjadi karena faktor teknikal setelah berhasil menembus level psikologis Rp15.000 per dolar AS. Selain itu, pasar diselimuti kekhawatiran setelah adanya pernyataan AS, Donald Trump, yang mengancam akan mengenakan tarif baru terhadap China.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memprediksi bahwa mata uang masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Ia menilai, pelaku pasar akan mencermati rilis data bruto (PDB) Indonesia kuartal pertama 2020 yang diperkirakan akan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya imbas penyebaran virus corona sepanjang Februari hingga sekarang.

“Meskipun demikian, pelemahan bisa terbatas apabila rilis data indikator manufaktur AS, durable goods dan factory orders, dapat membukukan angka yang lebih besar dibandingkan ekspektasi,” tutur Josua. “Rupiah pada hari ini masih akan bergerak melemah dan berada pada kisaran Rp15.000 hingga Rp15.250 per dolar AS.”

Loading...