Selasa Pagi, Rupiah Rebound 32 Poin Saat Dolar Turun

Rupiah - www.cnnindonesia.comRupiah - www.cnnindonesia.com

JAKARTA – mampu rebound mengawali Selasa (15/1) pagi. Menurut paparan Bloomberg Index, mata uang Garuda membuka dengan menguat 32 poin atau 0,22% ke level Rp14.093 per dolar AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup terdepresiasi 77 poin atau 0,55% di posisi Rp14.125 per dolar AS pada Senin (14/1) kemarin.

Sementara itu, di sisi lain, indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada Selasa pagi. Mata uang Paman Sam melemah tipis 0,059 poin atau 0,06% ke level 95,551 pada pukul 08.21 WIB. Sebelumnya, dibuka turun 0,044 poin atau 0,05% di posisi 95,566, melanjutkan tren negatif pada perdagangan sebelumnya.

“Pada perdagangan awal pekan kemarin, perdagangan China yang melambat memengaruhi pergerakan mayoritas mata uang di kawasan , termasuk rupiah,” tutur kepala riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Antara. “Ekspor-impor China melambat pada tahun 2018, memberikan kekhawatiran perlambatan aktivitas ekonomi di sekitar, sehingga direspon negatif oleh .”

Meski demikian, Ariston menambahkan, prospek mata uang dolar AS masih cenderung negatif setelah Federal Reserve memberi sinyal hati-hati dalam menaikkan suku bunga acuan mereka pada tahun 2019 ini. Selain itu, optimisme pasar mengenai perundingan perdagangan AS-China juga masih akan menjadi penopang mata uang negara berkembang.

Sedikit berbeda, analis Asia Trade Point Futures, Andri Hardianto, mengatakan bahwa pelemahan rupiah pasti terjadi karena sudah menguat sejak tanggal 8 Januari lalu. Ia pun meyakini bahwa turunnya level rupiah membuat pelaku pasar memilih ambil untung. “Secara teknikal, rupiah berada di bawah garis MA 50 dan di bawah garis MA 100 dan MA 200,” ujar Andri.

Sementara itu, ekonom Maybank , Myrdal Gunarto, menjelaskan bahwa faktor utama yang menyebabkan pelemahan rupiah adalah ekspektasi pelemahan ekonomi yang tidak akan menguat pada tahun ini. Seiring dengan data ekspor dan impor China yang melambat, akan ada tekanan di pasar keuangan domestik. “Pelemahan rupiah masih berpotensi terjadi pada hari ini,” tutur Myrdal.

Loading...